Senin, 10 Desember 2012 – Kankemenag
Minardi Akhirnya “Pasrah”

Sukoharjo – Siang itu, Senin (12/11), Minardi Mursyid narasumber Lembaga Pengkajian dan Pendalaman Al-Qur’an (LPPA) Tauhid/Yayasan Tauhid Indonesia (YATAIN) terlihat lesu, suaranya lirih ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Komisi Fatwa Kab. Sukoharjo, yang dipimpin oleh Muinnudinillah, Dosen universitas Muhammadiyah Surakarta.Tidak seperti biasanya, minardi mursyid selalu terlihat percaya diri, dan terlihat lantang ketika menyampaikan ajaran-ajaran atau pemikirannya di dalam rekaman video, maupun pada siaran radio kajian YATAIN MQ. FM, yang dipandunya setiap hari.

Tulisan-tulisannya yang ada didalam buku-buku dan yang banyak tersebar di dunia maya pun terlihat tegas, dan meyakinkan dalam menyampaikan argumentasi pemikirannya mengenai kandungan al-Qur’an, bak seoarang cendikiawan. Bahkan dia tidak ragu menganggap, bahwa banyak dari ilmuwan Muslim yang belum mampu berpikir dengan sempurna, dia menulis dalam MASYARAKAT MANUSIA DI PLANET LUAR BUMI; “Para ilmuwan Muslim baru sebatas (meneliti) hal yang berkaitan dengan ibadah, dikiranya Al Qur’an tidak mampu menerangkan hal-hal berkaitan dengan segala yang ada di semesta. “ Dalam tulisan itu dia yakin betul bahwa dia termasuk kedalam kategori orang yang berpikir secara sempurna, tidak seperti orang kebanyakan, kepercayaan diri yang luar biasa.Tapia pa mau dikata, lain dulu – lain sekarang. Siang itu minardi terlihat kusust tidak berkutik, lidahnya seperti kaku, gamang untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepadanya. Dan bukannya membela apa yang diyakininya, sebaliknya dia cepat sekali menerima argumentasi dari Komisi Fatwa MUI Kab. Sukoharjo, yang menyatakan LPPA Tauhid/YATAIN telah mengajarkan kesesatan.Beberapa pertanyaan yang diajukan oleh Komisi fatwa MUI menggunakan bahasa Arab, yang ternyata tidak dipahami oleh Minardi. Rupanya Minardi sama sekali tidak menguasai bahasa Arab sama sekali. Padahal menguasai kaidah bahasa Arab, merupakan syarat mutlak/dasar bagi seseorang yang ingin mengkaji al-Qur’an, selain syarat-syarat yang lain. Selanjutnya Minardi meminta pertanyaan yang selanjutnya, untuk tidak menggunakan bahasa Arab lagi, supaya mudah dimengerti, maka dengan menggunakan bahasa Indonesia saja.

Sore itu, acara klarifikasi menemui kata sepakat. Minardi menerima semua keputusan MUI Kab. Sukoharjo yang menyatakan LPPA Tauhid/YATAIN selama ini telah keliru menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an, mengakui Hadis Nabi sebagai sumber hukum Islam yang benar, dan mengakui nabi Muhammad saw. sebagai Nabi Allah yang terakhir.Minardi berjanji akan memperbaiki kesalahan yang dilakukannya dan akan menarik semua peredaran kaset, buku, al-Qur’an terjemah dan media lainnya yang memuat kesalahan/berisi ajaran yang bertentangan dengan Islam, yang selama ini diajarkannya.

Acara hari itu selesai sekitar pukul 17.00WIB. Diakhiri dengan penandatanganan surat pernyataan sumpah atas nama Allah Swt. dari LPPA Tauhid. Surat pernyataan itu ditandatangani oleh pihak-pihak terkait yang turut diundang pada hari itu, sebagai saksi atas jalannya acara, antara lain; oleh Drs. Minardi Mursyid (LPPAT), H. Yazid Anwari (MUI), Ihsan Muhadi (Kankemenag Kab. Sukoharjo), Kompol Endrastiawan Setyo Wibowo (Kapolres Sukoharjo), Kapten Inf Miran (Dandim 0726/Sukoharjo), Dwi Samuji (Kajari Sukoharjo), dan Budi Santoso (Kesbangpol).

(BSS)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.033000 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 1452185
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.