Kamis, 21 Maret 2013 – Kankemenag
Pengajian Rutin Tingkatkan Keimanan Pegawai

Blora – Pengajian rutin di lingkungan kankemenag Blora sangat penting untuk dilakukan oleh seluruh pegawainya sebagai sarana untuk menyehatkan hati dan nuraninya,maka hendaknya diikuti dengan baik dan tertib supaya mendapatkan manfaatnya serta menjaga silaturahim antar pegawai satu sama lain. Demikian diungkapkan Kepala kankemenag Blora, Drs. H. Tri Hidayat dalam acara pembinaan dan pengajian rutin yang dilaksanakan pada Senin (18/3) di aula kankemenag Blora.

Para kasi Kankemenag Blora menyampaikan berbagai program yang dilakukan pada tahun 2013 ini baik oleh Kasi Urais, Drs. H. Masfu’in, M.si yang menyampaikan pentingnya upaya pelayanan nikah yang baik di KUA yang saat ini sedang mendapatkan perhatian dari publik sehingga perlu adanya kerjasama baik dengan Dindukcapil, Pengadilan Agama dan lainnya untuk mewujudkan kelancaran dalam pelayanan masyarakat.

Begitu pula Kasi Pekapontren, Fathul Himam, S.Ag, M.PdI yang menyatakan bahwa pentingnya upaya pendidikan diniyah yang mendampingi sekolah formal yang di beberapa daerah telah didukung dengan peraturan daerah atau Peraturan Bupati sehingga guru agama juga mengajar di diniyah tadi untuk memberikan tambahan pendidikan agama bagi siswa dan berharap mudah mudahan akan terlaksana di daerah Blora. Selain itu, saat ini Pontren sedang berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di ponpes, diniyah dan sekolah non formal untuk membantu pencerdasan dunia pendidikan kita karena pendidikan agama di lembaga keagamaan menjadi program yang penting bagi Kemenag ke depan.

Begitu pula kasi Mapenda, Drs. H. Parmono, M.PdI juga menyatakan bahwa sekolah madrasah sudah diminta untuk persiapan menggembleng siswa menghadapi ujian baik Ujian sekolah, Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional maupun Ujian Nasional dan menyelenggarakan Try Out supaya ujian bisa berjalan lancar dan tertib.

Sementara itu, pemateri pengajian, Drs. Kadi menyampaikan bahwa keterangan dalam surat Al ahqaf ayat 7 sampai 9 terdapat penjelasan bahwa kaum musyrikin menganggap ayat alquran adalah sihir dan Rasul sebagai tukang sihirnya dan tipe orang yang mengingkari ayat Allah adalah orang musyrik yang tidak percaya keesaan Allah,munafik yang kadang baik dan kadang juga buruk terhadap kaum muslimin. Begitu pula dalam kehidupan akhirat maka tiap orang tidak akan dapat melepaskan diri dari azab Allah maka kita harus memperbanyak amalan di dunia dan mempertebal keimanan.(ima).

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.036464 detik
Diakses dari alamat : 23.20.20.195
Jumlah pengunjung: 1106543
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.