Jumat, 20 Juli 2012 –
Satu Persepsi Agar Sama Cara Berfikirnya

Tegal – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tegal H. Nuril Anwar, SH. MH menginginkan semua pihak terutama FKUB satu persepsi yang sama terkait dengan masalah kerukunan umat beragama, pendirian dan izin rumah ibadah agar semua sama cara berfikirnya. Maka kita kembali pada aturan SKB Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2006, Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Dalam Pemeliharaan Kerukunan Ummat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Ummat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadah. Hal itu dia sampaikan dalam Rapat Koordinasi Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) yang digelar di Aula Kantor, Jumat (13/07). Selain Ka Kankemenag hadir pula Kapolresta Tegal, Ketua MUI Kota Tegal, dan Ketua FKUB Kota Tegal.

FKUB sebagai organisasi agama perannya masih kurang maksimal. “Saya melihat FKUB organisasi agama tetapi perannya kurang maksiamal, ini ada apa? Ada bantuan 25 juta untuk kegiatan operasioanal FKUB sehingga peran FKUB bisa eksis. Sehubungan dengan pendirian rumah ibadah saat ini Kankemenag sedang membentuk tim verifikasi pendirian tempat ibadah untuk mengetahui berapa kebutuhan riil tempat ibadah. Rekomendasi dari Kankemenag dan FKUB akan diberikan setelah tim ini melaporkan hasilnya sesuai dengan aturan yang ada. Kemenag tidak mempersulit, juga tidak mempermudah, tetapi sesuai aturan, sudah memenuhi quota atau belum”, ungkapnya. Dalam kesempatan ini Ka Kankemenag berharap setiap tiga bulan sekali ada pertemuan/rapat koordinasi FKUB .

Adapun Kapolresta Tegal AKBP Hariyadi, MSi mengatakan FKUB sudah bagus tak ada masalah-masalah agama seperti di daerah lain. Untuk itu Kapolresta berterimakasih kepada semua pihak, yang turut berperan menciptkakan kondisi seperti itu. Lebih lanjut Kapolresta yakin upaya-upaya seperti itu kan terus dilakukan.“Untuk melaksnakan tugas patokannya adalah ikhlash, kalau tidak ikhlash akan gerutu. Setiap kegiatan sekecil apapun dihitung oleh Tuhan. Sambungnya sedikit-dikit dimulai untuk dikerjakan, ketika mengoreksi orang lain adalah konflik. Secara keseluruhan mengucapkan terima kasih atas peran tokoh agama, karena masalah agama sangat sensistif, insyaalah aman tidak ada masalah, kalau ada masalah kecil diselesaikan”, tegasnya.

Sementara itu Drs. H. Suwarso, MPd selaku ketua FKUB mengajak semua pihak untuk bisa menciptakan Kota Tegal menjadi Kota yang kondusif karena apabila tidak kondusif akan menghambat pembangunan. Menurutnya FKUB hanya bersifat konsultatif dalam masalah keagamaan kepada Pemkot. Lembaga ini terdiri dari Dewan Pembina yaitu pejabat di wilayah dan Dewan Pengurus yang meneruskan kebijaan Dewan Pembina. Dalam kesempatan ini Dia mengajukan usul kepada Pemkot dan Kanemenag untuk memikirkan Sekretariat bersama. Beliau menuturkan selama ini komunikasi tetap berjalan antara FKUB dan Pemkot maupun Kankemanag. Untuk memenuhi harapan pemerintah perlu dukungan dana. Dalam persoalan kerukunan beragama menurutnya perlu adanya degree in agreement (menyetujui perbedaan untuk kebersamaan), sehingga kerukunan di Indonesia akan tercipta dengan baik .

Sedangkan ketua MUI Kota Tegal KH. Abu Chaer mengatakan untuk masalah keummatan kita bisa sharing bareng, saling bantu dan memberikan pendapat. Adapun masalah internal ajaran agama dibahas secara internal. Contoh untuk masalah keummatan seperti donor darah, mengumpulkan dana untuk kegiatan sosial. Hal ini menunjukkan kebersamaan tak memandang agama. Ada kebersamaan, kerukunan dalam masalah keummatan. Sedangkan masalah ibadah ada garis yang tegas masing-masing ajaran agama. Jelasnya lagi, “Yang ingin dikerjakan, kita jaga kebersamaan, kesatuan ummat. Kita kerjakan agar tetap melaksanakan ajaran dan prinsip-prinsip masing-masing”. (kholil_moh)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.031186 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 1435591
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.