Pesan Urgensi Moderasi Beragama Pada Sosialisasi Guru Agama

Wonosobo –  Menjalin kebersamaan dengan Organisasi Profesi Guru PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) dalam upaya bersama untuk meningkatkan profesionalis dan kompetensi Guru. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo bersama PGRI Kabupaten Wonosobo membersamai guru-guru dilingkungan Kankemenag Wonosobo adakan silaturrahmi bertema Sosialisasi PGRI di gedung Wanitatama Kabupaten Wonsoobo. 27/1

Acara ini diselenggarakan dalam upaya untuk meningkatkan kualitas para guru dalam menjalankan tugas mulia dalam wadah Organisasi Profesi Guru. Hadir dalam acara tersebut Muhammad Fakih Khusni Kasi PAIS mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Wonosobo, H. Suraman Ketua PGRI Wonosobo dan perwakilan guru dilingkungan Kankemenag Wonosobo. Acara ini diselenggarakan dengan peserta terbatas hadir 30 guru dengan protokol kesehatan Covid-19.

Dalam sambutannya Ketua PGRI Suratmam sampaikan bahwa PGRI merupakan Organisasi Profesi Guru yang keberadaannya secara historis telah terbentuk sejak masa Hindia Belanda dengan istilah Persatuan Guru Hindia Belanda PGHB selanjutnya setelah kemerdekaan Republik Indonesia sebutan PGHB diganti dengan PGRI selanjutnya disahkan hari kelahirannya pada tanggal 25 Nopember 1945.

“PGRI selain sebagai organisasi profesi juga merupakan organisasi perjuangan dan organisasi ketenagakerjaan sehingga peran keberadaannya sangat berarti bagi para guru,” sambut Suratman.

Sementara Kasi PAIS Fakih Khusni menyampaikan harapan dengan tergabungnya guru-guru di organisasi profesi PGRI ini para guru dapat berinovasi untuk meningkatkan profesionalitas dan kompetensinya.

“Sungguh keberadaan organisasi profesi seperti PGRI ini sangat bermanfaat bagi upaya bersama untuk mempersiapkan generasi berkualitas dalam mewarnai pembangunan NKRI” ungkap Fakih dalam sampaiannya

Dilokasi berbeda Kepala Kantor Kemetereian Agama Kabupaten Wonosobo, H. Ahmad Farid menyampaikan bahwa acara sosialisasi yang diselenggarakan oleh PGRI dan Kemenag dalam rangka mental building bagi guru agama ini diharapkan meranah pada sisi moderasi beragama.

“pesan penting tentang moderasi beragama bagi guru agar dapat sampai pada anak didiknya serta agar guru agama paham betul bahwa dengan agama adalah salah satu pondasi dan warna dalam kokohnya NKRI,” ujar Farid.

Diakhir sambutan Kasi PAIS sampaikan pantun singkat,  Pagi hari bergegas guru idolaku_Menapak jalan menanjak berliku_PGRI satukan semua guru_Meningkatlah kualitas generasiku. Dieng tempat tertinggi_Wonosobo kotanya ASRI_Guru bersatu di PGRI_Untuk kejayaan NKRI (FK_WS/qq)