Silaturahmi Penyuluh Agama Honorer Islam dan Penyuluh Agama Honorer Katolik

Temanggung – Dalam rangka membangun silaturahmi antar Penyuluh Agama Honorer (PAH),  Penyuluh Agama Islam mengadakan silaturahmi dengan Penyuluh Agama Katolik bertempat di Gereja Keluarga Kudus Parakan, Rabu (13/01).

Ahmad Sholeh selaku Penyuluh Agama Fungsional Kecamatan Jumo dan Kecamatan Gemawang menyampaikan bahwa, “PAH (Penyuluh Agama Honorer) merupakan poros terdepan dalam pelayanan umat.” kata Ahmad.

Menurutnya peran PAH serta penyuluh agama lainnya yang langsung bersentuhan dengan masyarakat yang dalam melaksanakan tugasnya untuk memberikan bimbingan keagamaan dalam mencapai kehidupan yang bermutu lahir dan batin bagi masyarakat. “Kehadirannya sangat membantu pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama dalam pembinaan umat,” ungkapnya.

Tugas penyuluh agama tidak semata-mata memberikan penyuluhan agama secara sempit, tetapi juga dalam arti yang luas yaitu memberikan penerangan dan bimbingan tentang berbagai program pembangunan. Selain itu penyuluh juga berperan membawa masyarakat dalam suasana hidup yang aman dan sejahtera serta selalu siap untuk menjadi tempat bertanya bagi masyarakat guna menyelesaikan semua persoalan yang dihadapi.

“Penyuluh agama juga harus siap menjadi agen perubahan dan sebagai pemimpin masyarakat yang dilayani,” ujarnya.

Untuk mewujudkan itu semua maka kami membawa Penyuluh Agama Islam Non PNS  Kecamatan Jumo dan Kecamatam Gemawang,  bersilaturahmi dengan Penyuluh Agama Katolik Non PNS, serta kami juga mengagendakan untuk silaturahmi dengan Penyuluh Agama Buddha yang ada di Kecamatan Kaloran.

Selanjutnya Ahmad Sholeh mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk saling ta'aruf, untuk mengurangi sekat-sekat sosial dan kemanusian dan tetep komitmen menjaga kerukunan beragama. Disamping itu juga dalam rangka membangun komitmen kebangsaan dan memberikan pesan kepada PAH, agar memberikan pemahaman beragama dengan benar dalam  rangka membangun masyarakat dengan bahasa Agama.

“Harapannya kedepan, Temanggung mendapat  penghargaan harmoni  dan semua itu bisa tercapai, asal kita terus melakukan pemahaman dan menghilangkan sekat sosial kemanusiaan,” harapnya. (sr/rf)