Memperkuat Badko TPQ di Kota Magelang

Kota Magelang – TPQ dan Pondok pesantren bersinergi dalam pengembangan pendidikan keagamaan Islam di Kota Magelang, ini penting guna mencerdaskan santri yang memilki ahlak mulia dan berbudi pekerti  luhur, sebagai lembaga pendidikan keagaman harus memacu peningkatan kualitas agar mampu bersaing dengan pendidikan pada umumnya. Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Magelang, Sofia Nur, saat membuka sosialisasi Badko TPQ di Pondok Pesantren Tidar Magelang, Kamis, (25/02).

“Kualitas TPQ dan Pondok Pesantren agar terus di tingkatkan sehingga mampu bersaing dengan pendidikan pada umumnya,” kata Sofia Nur.

Kesempatan kali ini sangat bagus sebagai jembatan untuk memperkuat dan mengembangkan TPQ dan pondok pesantren, karena hadir Kasubdit LPQ Kementerian Agama RI. Jadi peluang untuk menyampaikan kendala yang dihadapi TPQ dan Pondok Pesantren sangat terbuka. Kasubdit LPQ salah satu bagian utama dalam pengembangan TPQ dan Pondok Pesantren di Indonesia termasuk yang ada di Kota Magelang.

“Pengurus TPQ dan Pondok Pesantren untuk dapat menyampaikan permasalahan yang dihadapi sehingga nantinya mendapat solusi dari Kasubdit LPQ,” jelas Sofia Nur.

Kegiatan sosialisasi  dalam rangka penguatan LPQ Kota Magelang/Badko LPQ dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren Tidar Magelang, Tidar Dudan, Kelurahan Tidar Utara, Kota Magelang. Diikuti oleh pengurus TPQ dan Pengurus Pondok Pesantren di Kota Magelang. Turut Hadir dalam kesempatan tersebut, Subdit LPQ Kementerian Agama RI dan Kasi Pakis Kantor Kementerian Agama Kota Magelang serta Pimpinan Pondok Pesantren di Kota Magelang.

Kasubdit LPQ dalam sosialisasinya menyampaikan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2019 tentang pesantren merupakan kesepakatan bersama dengan melibatkan pihak yang mewakili komunitas pesantren, yang masing-masing telah memvalidasi rumusan norma hukum secara optimal sesuai dengan karakteristik dan kekhasan Pesantren. Pendidikan Pesantren pada umumnya diselenggarakan oleh masyarakat sebagai perwujudan pendidikan dari, oleh, dan untuk masyarakat. Jauh sebelum Indonesia merdeka, pendidikan yang diselenggarakan oleh Pesantren sudah lebih dahulu berkembang. Selain menjadi akar budaya bangsa, nilai agama disadari merupakan bagian tidak terpisahkan dalam pendidikan. Pendidikan Pesantren juga berkembang karena mata pelajaran/kuliah pendidikan agama yang dinilai menghadapi berbagai keterbatasan. Secara historis, keberadaan Pesantren menjadi sangat penting dalam upaya pembangunan masyarakat, terlebih lagi karena pesantren bersumber dari aspirasi masyarakat yang sekaligus mencerminkan kebutuhan masyarakat sesungguhnya akan jenis layanan pendidikan dan layanan lainnya.

Tujuan kegiatan adalah untuk memberikan penerangan dan pembinaan kepada pengur TPQ dan Pondok Pesantren yang ada di Kota Magelang agar mampu menelaah aturan serta meningkatkan kualitas.

Harapan kedepan kemampanan TPQ dan Pondok Pesantrean yang ada di Kota Magelang dapat terwujud dan mampu memberikan pendidikan dengan baik dengan kualitas yang mampu bersaing dengan luluasan pendidikan pada umumnya menjadikan Jawa Tengah Majeng.(Wahono/Sua)