Jalin Kerjasama Tim BEBRAS Lakukan Sosialisasi Computational Thinking

Semarang – Mengawali hari penuh kehangatan di Kantor Kementerian Agama Kota Semarang, tepatnya di Aula KanKemenag Kota Semarang, telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Computational Thinking Madrasah pada MI, MTs, dan MA se-Kota Semarang, Selasa (9/3).

Kualitas mutu pendidikan di Indonesia masihlah jauh dari harapan. Hasil survei PISA (Program for International Student Assessment) tahun 2018, Indonesia masih menduduki peringkat 10 besar dari bawah dari 79 negara peserta.

Untuk itu pendidikan di Indonesia perlu adanya suatu inovasi dan pengembangan, dengan demikian proses transformasi informasi bisa berjalan sesuai harapan. Dalam upaya pengembangan tersebut, lewat Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Semarang yang bekerjasama dengan tim BEBRAS Indonesia Biro Semarang melakukan Sosialisasi Computational Thinking Madrasah pada MI, MTs dan MA se Kota Semarang.

Acara tersebut dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang Drs. H. Muhdi,M.Ag dan dihadiri oleh Kepala Madrasah Negeri dan Swasta dari jenjang MI, hingga MA se-Kota Semarang. Kegiatan ini bermaksud untuk meningkatkan mutu dan kualitas guru madrasah dalam proses belajar mengajar.

“Terimakasih kepada tim BEBRAS Indonesia Biro Semarang dan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah yang telah melakukan  kerjasama dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia, khususnya pada Madrasah binaan Kantor Kementerian Agama Kota Semarang”. H. Muhdi ucapnya

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah menyampaikan “mengajak peserta sosialaisasi untuk berfikir cerdas kreatif dan inovatif dalam mengelola pendidikan, agar madrasah berkembang lebih maju dan bermartabat”. H.Fakhruronji ajaknya

Untuk mewujudkan hal tersebut tim BEBRAS Indonesia Biro Semarang yang beranggotakan beberapa tenaga pengajar dari beberapa perguruan tinggi ternama di Kota Semarang, yaitu UNDIP, UDINUS dan UIN Walisongo, mengenalkan sebuah metode dalam pendidikan yaitu Computational Thinking (CT).

Computational Thinking adalah suatu metode atau cara menyelesaikan masalah secara efektif, efisien, optimum dan cepat. Dengan metode tersebut diharapkan guru maupun peserta didik akan memiliki kemampuan problem solving yang baik, selain itu tim Bebras juga mengajak siswa untuk berfikir secara menyenangkan.

Tidak hanya sampai disitu, tim BEBRAS juga mencanangkan gerakan Guru PANDAI (Guru Penjaga Digital Indonesia), yang mana gerakan tersebut bermaksud untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru kelas dan atau guru mata pelajaran, tentang metode Computational Thinking dalam pendidikan, mulai dari jenjang PAUD hingga menengah atas.(syafiul/HumasDM/bd)