MI Maarif Budiluhur Menggelar Kegiatan Haflah dan Khotmil Quran

Wonosobo – Bertempat di Rumah Makan Harmoni Kecamatan Kertek pada Sabtu, (20/3) MI Maarif Budi Luhur Kertek Kab. Wonosobo selenggarakan haflah dan khotmil quran untuk lima puluh siswanya.

Selain siswa yang akan khataman, juga dihadirkan wali santri siswa tersebut, Selain itu acara turut dihadiri oleh Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kab. Wonosobo melalui seksi PD Pontren, Kepala MI Maarif Budi Luhur, Ketua LP Maarif Kab. Wonosobo, Ketua MUI Kecamatan Kertek, dan Kepala KUA Kecamatan Kertek.

Ahmadi selaku Kepala MI Maarid Budi Luhur dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada tamu undangan yang sudah hadir meski hkehadirannya harus tetap menggunakan protokol kesehatan, “haflah ditengah pandemi menjadi tantangan tersendiri, lebih-lebih terkait kebijakan pembatasan tamu undangan didalam ruangan dan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Alhamdulilah kami sampaikan terimakasih kepada seluruh jajaran tamu undangan yang sudah hadir,” ungkap Ahmadi.

Selanjutnya dalam kesempatan tersebut PLT PD Pontren Imron Awaludin menyampaikan ucapan selamat kepada siswa yang mengikuti Haflah, harapannya seluruh siswa dapat terus melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan ilmu nya bermanfaat, “selamat kepada siswa yang mengikuti khaflah atau kataman. Harapannya semoga siswa tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi ,dan paham terkait pembelajaran basis Keagamaan dan menguasai pendidikan berbasis umum lainnya,” ungkap imron Aawaludin.

Imron menambakan, metode haflah yakni dengan menggunakan metode Qiroati siswa yang diwisuda juga di tes kemampuan bacaan Quran, “selain hafah juga di tes kemampuan bacaannya, baik bacaan tajwid ghorib doa-doa  harian dites oleh wali santri,  undangan yang hadir termasuk PLT PD Pontren juga memberikan tes kemampuan siswa,“ tadi saya mencoba melakukan tes, dan alhamdulilah  mereka bisa menjawab dengan baik. Termasuk juga ada siswa yg paling banyak menghatamkan alquran sebanyak 12 kali Selama proses belajar alquran.

Mendengar kabar tersebut, Ahmad Farid saat ditemui dilokasi berbeda mengatakan, keberadaan Madrasah ditengah hiruk pikuknya lembaga pendidikan formal, diharap mampu meningkatkan terus pelayanannya,”istimewanya anak santri yang sekaligus sekolah di madrasah tersebut yakni siswa mendapat keilmuan dibidang keagamaan dan keilmuan secara umum. Melihat hal tersebut, saya yakin masa depan madrasah akan bersaing dalam pelaksanaan rekrutmen kerja,” ungkap Kakankemenag

Dalam kesempatan tersebut Sekaligus kami serahkan ijin operasional untuk program Tahfidz sbg wadah tindaklanjut siswa yg sdh khatam baca tulis alquran. Ps-ws/qq