Rekoleksi Peningkatan Kualitas Pendidikan Siswa Katolik

Wonosobo – SMP Bhakti Mulia Wonosobo merupakan salah satu dari keseluruhan jumlah Lembaga pendidikan tingkat SMP yang ada di Kab. Wonosobo. Dalam rangka meningkatkan spiritual dan belajar siswa di Mas Pandemi, SMP Bhakti Mulia bersama dengan Penyelenggara Katolik Kankemenag Kab. Wonosobo selama tiga hari berturut-turut yakni Senin-Rabu 12-14 April 2021, menyelenggarakan kegiatan Rekoleksi Peningkatan Kualitas Pendidikan Bagi Siswa Katolik.

Dalam kegiatan tersebut , sebanyak tiga puluh tiga siswa Katolik hadir untuk mengikutinya. Selanjutnya dihari kedua kegaitan tersebut berlangsung, Selasa (13/4), Kakankemenag Kab. Wonosobo Ahmad Farid hadir untuk mengisi materi dan memotivasi siswa. Dalam arahan dan pembinaannya Farid sampaikan agar siswa Katolik dapat memanfaatkan kesempatan belajar untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya, “kiprah atau kontribusi yang dapat dilakukan oleh siswa yaitu belajar dengan giat dan tekun. Raihlah prestasi sebanyak-banyaknya dan galilah ilmu sedalam-dalamnya,” ungkap Ahmad Farid.

Farid tambahkan, Indonesia saat ini membutuhkan orang-orang yang berpendidikan, cerdas, berprestasi dan yang selalu menjunjung tinggi tentang nilai moral keagamaan. Ia juga mengapresiasi SMP Bhakti Mulia dapat membuat inovasi untuk mengadakan kegiatan Rekoleksi bagi siswa untuk peningkatan spiritualitas keagamaan sebagai dasar iman yang diyakininya, “kegiatan-kegiatan semacam ini harus dilakukan sebagai salah satu bentuk perhatian lembaga pendidikan kepada siswanya,” imbuh Farid

Menurutnya, Tingkat tertinggi dalam sebuah kesusksesan adalah selalu mendahulukan kejujuran, dimana jujur sangat dibutuhkan dalam pemahaman dan kebiasaan dalam perjalanan hidup, “Kemampuan setiap anak didik semua pasti berbeda karena memiliki kreatifitas sendiri –sendiri,masing masing memiliki talenta yang berbeda-beda. Hal yang paling mendukung dalam kesuksesan selain potensi diri yakni moral dan kejujuran,” tandasnya.

Sementara itu, Agustinus Triwiyarso yang hadir mendampingi Kakankemenag dalam sambutannya menyampaikan terkait empat prinsip yang harus dipegang setiap individu dalam hal ini siswa Katolik. Diantara empat prinsip tersebut yakni Memiliki relasi dengan Tuhan, taat dalam beribadah, setia dalam menjalankan aturan dalam agamanya, Memiliki relasi dengan Sesama , memiliki sosial yang baik dalam memiliki hubungan dengan sesama, tidak memandang atau memilih milih berelasi dengan sesama.

“Prinsip yang ketiga yakni Memiliki relasi dengan alam sekitar, kecintaan dengan alam sekitar memelihara dan memanfaatkan alam sekitar supaya terpelihara dengan baik dan Memiliki relasi dengan diri sendiri, menjalankan kehidupan yang baik sebagai siswa memiliki harapan atau cita-cita dalam sebuah kesuksesan, memiliki komitmen tekun dalam belajar, selalu belajar dalam mengembangkan diri berusaha untuk maju,” terang Agus

Ia berharap kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar dan sukses hingga puncak acara. Ps-ws/qq