Sudah Saatnya Guru Menjadi Penggerak Computational Thinking

Kota Mungkid – Penguasaan kecakapan Berpikir/Pemikiran Komputasi atau Computational Thinking (CT) merupakan salah satu teknik penyelesaian masalah, menjadi sangat penting di masa sekarang untuk menyiapkan generasi penerus yang berdaya saing di era ekonomi digital. Kecakapan ini mengajarkan siswa bagaimana berpikir seperti cara ilmuwan komputer berpikir, untuk menyelesaikan permasalahan di dunia nyata.

Demikian disampaikan Erni Triani, Pengawas Madya Pendidikan Agama Islam, saat menyampaikan laporan mengikuti kegiatan pelatihan Implementasi Gerakan PANDAI, Kamis, (25/01/2022) di Ruang Pokjawas, Komplek Kantor Kemenag Kab. Magelang.

“Harapannya setelah mengikuti pelatihan, guru dapat menjadi penggerak dalam menanam dan menumbuhkembangkan kemampuan Computational Thinking bagi siswa MTs dan MA” kata Erni.

Erni menyampaikan, PANDAI, nama yang dipilih sebagai gerakan mensosialisasikan Computational Thinking (CT), merupakan singkatan dari Pengajar Era Digital Indonesia.

“Melalui gerakan ini, diharapkan para guru dapat menyertakan pendekatan CT ke dalam mata pelajarannya sehingga siswa dapat membangun kemampuan berpikir kritis dan kreatif, khususnya berpikir komputasional,” lanjut Erni.

Mengutip paparan Khoironi Hadi, Kasubbag TU Kankmenag Kab. Magelang, Erni menyampaikan pelatihan ini didasari oleh keprihatinan akan hasil tes Programme for International Student Assessment (PISA) siswa Indonesia yang sangat rendah dan belum mencapai rata-rata tingkat berpikir kritis yang diharapkan. Dengan menerapkan CT, para siswa Indonesia dapat terbantu dalam meningkatkan tingkat berpikir melalui cara yang menyenangkan, efektif, dan efisien.

“Selain menjalankan misi tersebut, sekolah juga diharapkan dapat memajukan keilmuan, khususnya dalam bidang CT dan informatika dengan perguruan tinggi. Dengan begitu, perguruan tinggi juga akan mendapatkan intake yang lebih baik dengan kemampuan CT yang meningkat,” lanjutnya.

Erni menyampaikan, siswa yang sudah mempunyai fondasi CT dan informatika yang kuat di tingkat pendidikan dasar dan menengah, perguruan tinggi dapat memulai pendidikannya untuk topik lanjut, tingkat tinggi, serta maju, misalnya Big Data dan Artificial Intelligence (AI). Dosen dan guru juga dapat melakukan penelitian bersama, khususnya di bidang informatika untuk edukasi dan pendidikan informatika. Kami percaya bahwa kerja sama sekolah dengan perguruan tinggi ini akan dapat dengan cepat menggerakkan sekolah menjadi sekolah merdeka, dan salah satu perwujudan Kampus Merdeka.

Pelatihan diselenggarakan Bebras Biro Universitas Muhammadiyah Magelang Bersama dengan Biro Universitas Islam Indonesia pada tanggal 13 s.d. 15 Januari 2022 tersebut berlangsung selama tiga sesi melalui online dan offline. Materi dibawakan pada sesi online,  yaitu “Pengenalan Bebras, dan Computational Thinking”, yang disampaikan oleh Dr. Syarif Hidayat, S.Kom, M.I.T dan juga materi kedua terkait “Latihan Computational Thinking” yang disampaikan oleh Aridhanyati Arifin, S.T., M.Cs. Seluruh peserta yang berpartisipasi juga akan mendapatkan bimbingan selama dua semester oleh dosen-dosen pembina dari Program Studi Teknik Informatika S1, Universitas Muhammadiyah Magelang.(m45k/Sua)