Upacara Bendera

Muh Mualim : Kita Bekerja Menggunakan Falsafah Kereta

Sukoharjo – Kementerian agama itu dikatakan sebagai miniaturnya Indonesia, karena dengan keberagaman yang diurusi semua agama yang ada di indonesia jika kementerian agama itu baik maka dimungkinkan Indonesia juga akan menjadi baik. Maka kita sebagai insan kementerian agama harus bangga, akan tetapi juga harus diiringi dengan aktifitas yang dapat membanggakan dari kebanggan itu sendiri.

Hal tersebut disampaikan oleh Muh. Mualim, Kakankemenag Kabupaten Sukoharjo dalam kegiatan rutin Upacara Penghormatan Bendera Merah Putih dan Doa bertempat di halaman depan Kankemenag, Kamis (17/02) yang diikuti oleh Kasubbag Tu, Kasi, Penyelenggara, Kepala KUA, Pengawas dan seluruh ASN yang ada di lingkungan Kankemenag.

Muh. Mualim mengatakan kata-kata tersebut disampaikan oleh Ketua komisi VIII DPR RI Yandri Susanto ketika menjadi narasumber kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama yang digelar beberapa hari yang lalu di Surabaya. Muh. Mualim sendiri mengikuti kegiatan tersebut bersama dengan Kakankemenag Kab/Kota dan pejabat eselon III lainnya secara virtual selama dua hari.

Disamping itu ia juga menyampaikan beberapa pesan dari Menteri Agama pada rakernas tersebut. Diantaranya, Menag menyampaikan apresiasi kepada semua jajaran Kementerian Agama atas kerja kerasnya sehingga berhasil meraih prestasi serapan Dipa tertinggi diantara sepuluh Kementerian dan Lembaga dengan Dipa paling besar, yakni 99,51%.

Selainnya itu, masih menurut Muh. Mualim, Menag juga menekankan bahwa sebagai insan kemenag kita harus satu barisan dan siap untuk menyukseskan visi dan misi menteri agama. “ kita gunakan falsafah kereta, kereta itu on time harus tepat waktu, berjalan lurus dalam relnya, sehingga apapun yang menghalangi perjalananya akan ditabrak, satu tujuan bersama, satu barisan dengan lokomotif dengan Menteri Agama sebagai masinisnya.” Papar Muh Mualim.

Disampaikan juga tentang prinsip kesetaraan, bahwa tidak ada anak emas dalam Kementerian Agama, mereka yang berprestasilah yang akan diserahi amanah. Hal berikutnya yang menjadi perhatian Menteri Agama adalah terkait dengan pengawasan secara berjenjang kepada seluruh ASN Kemenag, misal di lingkungan Kankemenag Kab/Kota, maka adalah menjadi kwajiban bagi Kasi untuk mengawasi ASN dibawahnya, terkait kedisiplinan, moral dan yang tak kalah pentingnya adalah pengawasan terhadap ideologi ASN yang bersangkutan. Masihkah ia setia dan taat kepada NKRI, percaya kepada ideologi dan dasar negara Pancasila. “ Hal tersebut bisa dilihat dari ucapan, cara menyampaikan informasi dan juga unggahan-unggahannya di media sosial” jelas Muh Mualim.

Diujung pembinaanya, Muh Mualim menyebutkan point keempat pesan Menteri Agama adalah mengkonsentrasikan kementerian kita pada pelayanan umat yang terbaik, “tujuan kita yang utama adalah kepuasan publik.”Pungkas Kakankemenag. (djp/rf)