UPZ Kemenag Demak Selenggarakan Wisata Religi bagi Mualaf

Demak – Unit pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag Demak menyelenggarakan kegiatan “Wisata Religi Mualaf Kabupaten Demak” berupa ziarah ke sejumlah makam para auliya yang ada di Pulau Jawa hingga Madura selama dua hari, Jumat-Sabtu (25-26/02/2022)  

Wisata religi berupa ziarah ke makam para auliya bagi sebagian besar umat Islam di Indonesia adalah hal umum bahkan menjadi tradisi. Di Jawa sendiri terdapat sembilan makam para wali yang masyhur diziarahi, yaitu makam Sunan Gresik, Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Giri, Sunan Kudus, Sunan Kalijaga, Sunan Muria, dan Sunan Gunung Jati, disamping beberapa makam ulama besar lainnya.

Di hari Jumat yang lalu (25/02) UPZ Kemenag Demak memberangkatkan 60 orang mualaf Kabupaten Demak ziarah ke lima tempat makam auliya. Yaitu makam Sunan Kalijaga Demak, Syeh Samarkondi Tuban, Sunan Drajat Lamongan, Syaikhona Kholil Bangkalan, dan makam Sunan Ampel Surabaya. Kegiatan berlangsung selama dua hari, yaitu Jumat dan Sabtu.

“Tujuan kegiatan ini untuk mengenalkan kepada para mualaf tentang perjuangan para alim ulama (auliya) dalam menyebarluaskan ajaran Agama Islam di Pulau Jawa bahkan Nusantara,” ujar Ali Sugiyanto selaku Ketua UPZ Kemenag Demak dalam suatu kesempatan.

Rombongan mualaf didampingi Kepala Kemenag, Ahmad Muhtadi, dan beberapa Pejabat Struktural serta Pejabat Fungsional, berangkat bersama-sama dari Kantor Kemenag menuju lokasi menggunakan dua armada bus. Destinasi pertama adalah makam Sunan Kalijaga Kadilangu Demak. Dilanjutkan ke destinasi selanjutnya yaitu makam para auliya yang ada di Jawa Timur. Tentunya ini adalah sebuah perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan.  

Untuk mengurangi kejenuhan serta memanfaatkan waktu yang cukup panjang itu, Penyuluh Fungsional dan seaorang Penghulu yang menyertai kegiatan itu memberikan tambahan wawasan keislaman kepada para peserta. Yaitu dengan ceramah serta memutarkan film animasi tata cara berwudhu,shalat dan lainnya. Nampak mereka memperhatikan dengan sungguh-sungguh ceramah dan penjelasan yang disampaikan.

Menariknya, disela-sela ceramah serta pemutaran film, para pendamping memberikan pertanyaan-pertanyaan sesuai tema serta memberikan hadiah untuk setiap jawaban yang benar. Tak ayal, hal ini membuat mereka berlomba-lomba untuk menjawab walaupun seringkali jawabannya tak selalu benar. Terbukti. dengan jurus ini perjalanan yang seharusnya membosankan dan melelahkan itu, menjadi sebaliknya.

Di akhir perjalanan pulang, Kepala Kantor dalam sambutannya berharap, para mualaf mau mengamalkan setiap ilmu yang ia peroleh. “Amalkan setiap ilmu yang Anda peroleh, walaupun sedikit. Terus perdalam pengetahuan agama Anda dengan mengikuti majlis-majlis taklim, membaca buku-buku agama atau bertanya kepada ustaz-ustazah yang ada di lingkungan masing-masing,” pintanya. (msr/rf).