Madrasah Ibtidaiyah Al Bidayah Bagikan Buku Kegiatan Ramadhan

Semarang- Mengisi  bulan Ramadhan yang penuh barokah ahun ini Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Bidayah membagikan buku kegiatan Ramadhan untuk siswa-siswi kelas I s.d II sebagai tugas mandiri dalam mengisi kegiatan Romadhon, Kamis (31/03/2022)

Wali Kelas 1. mengatakan, pembagian buku  kegiatan Ramadhan tersebut hanya untuk siswa-siswi  kelas I dan  II.Mengingat di MI Al Bidayah baru ada 2 kelas.. “Pembagian buku langsung diserahkan oleh wali kelas masing – masing bertujuan agar dapat memberikan arahan kepada siswanya dalam mengisi buku ini,” ujar Kumaidah.

Wali Kelas II menambahkan, orang tua juga harus ikut andil dalam mengawasi anaknya dalam pengisian kegiatan Ramdhan tersebut karena guru tidak bisa langsung mengontrol setiap hari kegiatan-kegiatan yang diisi oleh siswa. “Wali murid juga turut menandatangani kegiatan Ramadhan siswanya,” tambahnya.

Lebih lanjut Bu Putri berpesan kepada seluruh siswa agar dalam pengisian buku kegiatan Ramadhan harus dengan jujur karena dalam kegiatan tersebut akan mendapat nilai dari wali kelas masing – masing. Di dalam  buku kegiatan tersebut berisi pelaksanaan puasa, salat lima waktu, Salat Tarawih. Tadarus Al-Qur’an, mengikuti ceramah atau pengajian, membaca atau Murojaah Hafalan nya yang didapatkan dari guru Tahfiz selama pembelajaran di Kelas, dan zakat fitrah, serta salat idul fitri. “Isi buku kegiatan tersebut sesuai apa yang kalian laksanakan,” pesannya.

Kepala Madrasah (Kamad) MI Al Bidayah Ismanto.  sangat mengapresiasi terhadap pembagian buku kagiatan Ramadhan tersebut karena buku tersebut akan memberikan semangat serta motivasi terhadap siswa agar lebih giat dalam menjalakan ibadah wajib dan sunat di bulan Ramadhan “Buku kegiatan Ramadhan akan menjadi tulak ukur terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan siswa selama bulan puasa,” ujar Ismanto.

Sementara itu, Toha , orangtua dari Abid (siswa kelas I) dan Suratiyah, orangtua dari Muhammad Ilyas (siswa kelas Ii), mengaku senang dan menyambut  baik Kegiatan yang dilaksanakan Romadon tahun ini. Pasalnya, hal itu dapat menambah motivasi anak dalam menjalankan ibadah puasa dan sekaligus sebagai bentuk pendidikan karakter.

Menurut Amhal Kaefahmi, kegiatan seperti ini merupakan bentuk kreasi dan inovasi dari kepala dan guru RA maupun MI untuk tetap memberikan layanan pendidikan terbaik pada anak didiknya. Layanan itu, bisa dilakukan dalam pembelajaran di kelas, maupun dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstra kurikuler. (Ismanto/Sukirman/bd)