Menjadi Golongan yang Dirindukan Surga

Brebes – Ibadah pada bulan Ramadhan tentunya bukan hanya berpuasa saja. Walaupun memang ibadah utama di bulan Ramadhan adalah dengan menjalankan puasa. Namun banyak ibada-ibadah lainnya yang bisa dilakukan di bulan Ramadhan ini. Melakukan ibadah pada bulan Ramadhan juga akan mendapatkan banyak sekali berkah dan pahala yang berlipat ganda dibandingkan di bulan lainnya. Seistimewanya bulan Ramadhan ini bagi umat islam, sehingga bulan Ramadhan selalu dinanti-nantikan kedatangannya tiap tahun oleh umat Islam.

Darma Wanita Persatuan Kabupaten Brebes pada bulan Ramadhan 1443 H/2022 H., juga menggelar pengajian perdana dan ceramah Dhuha pada, 10/04/2022 pukul 09.00 di pendopo Brebes. Ini merupakan salah satu ibadah di bulan Ramadhan. Pengajian ini sebenarnya rutin dilaksanakan pada setiap hari Ahad, namun karena terkendala pandemi, kegiatan ini sempat terhenti. Dalam setiap kegiatan pengajian, dihadirkan penceramah yang memang dipandang cakap dan mumpuni untuk memberikan kuliah keagamaan. Kali ini Kepala Kankemenag Kab. Brebes, Drs Fajarin, M.Pd, meluangkan waktu untuk mengisi acara. Beliau didampingi istri, HJ. Umi Nur Hidayah meluncur dari Pemalang menuju Pendopo Brebes.

Pengajian adalah suatu wadah pendidikan non formal yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Menuntut ilmu adalah suatu amalan yang diwajibkan bagi kaum muslimin dan muslimat dari lahir sampai ke liang lahat. Menuntut ilmu bisa kita lakukan dimana saja salah satunya melalui pengajian. Kegiatan menuntut ilmu atau belajar ilmu agama memang termasuk salah satu cara memuliakan dan menghormati bulan Ramadhan, selain memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an, i’tikaf di masjid, salat-salat sunnah, sedekah, dan ibadah lainnya. Jika menimba ilmu pada bulan-bulan biasa saja memiliki banyak sekali keutamaan, maka apalagi pada bulan Ramadhan sudah pasti juga dilipatgandakan pahalanya.

Dalam ceramah, beliau membahas mengenai golongan yang dirindukan oleh surga, dimana surga merupakan balasan bagi orang-orang yang beriman. “Dalam sebuah hadis diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, Nabi Muhammad SAW bersada Setidaknya, ada 4 golongan orang yang dirindukan surga. Golongan apa saja itu? Satu, Taalil Qur’an, ialah golongan orang yang gemar membaca Al Quran. Dua, Wa Haafidzii lisan, golongan orang yang selalu menjaga lisannya dari berkata kotor, mencaci-maki, dan menghujat . Ketiga, Wa Muth’mimul Jii’an, golongan orang yang memberi makan terhadap orang yang kelaparan, dan keempat yang terakhir,  Wa Shooimiina Fi Syahri Ramadhan adalah golongan orang yang berpuasa di bulan Ramadhan,” papar Fajarin dalam ceramahnya.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan masing-masing dari keempat golongan tersebut yaitu Pertama. Orang yang gemar membaca Al-quran (Taalil Qur’an). Hampir setiap waktu dan kesempatan lisannya senantiasa digunakan untuk membaca kalam Allah. Selain dirindukan oleh surga, orang yang rajin membaca Al-quran, akan memperoleh ketenangan dalam hatinya.

Kedua. Orang yang selalu menjaga lisannya dari berkata kotor, mencaci maki, dan menghujat (Wa Haafidzii lisan). Saat ini, ada sebagian orang yang sering menghina, mencaci maki dan menyebarkan ujaran kebencian. Tidak peduli apa yang telah diucapkannya, asalkan tujuannya tercapai. Imam Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin, mengemukakan empat belas macam bahaya lidah, salah satunya adalah perkataan yang tidak bermanfaat yang dapat membuat hati kasar.

Ketiga. Orang yang memberi makan kepada orang yang kelaparan (Wa Muth’mimul Jii’an). Saat ini banyak orang yang membutuhkan bantuan, apalagi dalam kondisi mewabahnya pandemi Corona Covid-19. Banyak saudara kita yang terkena dampaknya. Sudah seharusnya kita saling membantu mereka yang saat ini dalam kesusahan. Ingatlah memberikan makan termasuk amal sosial yang mulia. Allah SWT akan membalas kebaikan yang kita lakukan.

Keempat. Orang yang berpuasa di bulan Ramadan (Wa Shooimiina Fi Syahri Romadan). Bersyukurlah bagi mereka yang senantiasa melaksanakan puasa di bulan Ramadan. Kehadiran mereka dirindukan oleh Surga. Bahkan Allah SWT telah menyediakan pintu bagi orang yang melaksanakan  ibadah puasa.

Dalam sebuah hadis dari Sahal RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Dalam surga ada pintu pintu yang disebut dengan Ar-royyan, yang pada hari kiamat tidak akan ada orang yang masuk ke surga melewati pintu itu kecuali orang-orang yang berpuasa. Tidak akan ada orang pun yang melewati pintu tersebut selain mereka selalu dikatakan kepada mereka: mana orang-orang yang berpuasa?. Maka orang-orang yang berpuasa berdiri menghadap. Tidak akan ada seseorang pun yang masuk melewati pintu tersebut selain mereka. Apabila mereka semua telah masuk semuanya, maka pintu itu ditutup dan tidak akan ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut. (HR. Bukhari).(Dw/Sua).