Perkuat Moderasi Agama, FKPAI Petanahan Gelar Safari Ramadhan

Kebumen – Dalam rangka penguatan nilai-nilai moderasi beragama pada bulan Ramadhan, Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kecamatan Petanahan menggelar acara safari Ramadhan di Masjid Al Huda Dukuh Karangtawang Desa Jatimulyo Kecamatan Petanahan, Sabtu (09/04/22).

Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh FKPAI Petanahan, jajaran Pemerintahan Desa, Ormas Islam, jamaah beserta masyarakat Desa Jatimulyo ini mengambil tema “Meneguhkan Nilai Moderasi Agama melalui Soliditas Pemerintah Desa dan Penyuluh Agama”.

Kegiatan ini selain untuk menguatkan tali silaturahmi antara Penyuluh Agama Islam dengan Pemerintahan Desa, juga memberikan penyuluhan kepada masyarakat desa agar tidak mudah saling menyalahkan dengan kelompok lain.

Dalam hal ini Kepala Desa Jatimulyo, Sabit Banani, menyambut baik acara safari Ramadhan. “Kami senang adanya kegiatan safari Ramadhan yang digelar oleh FKPAI Petanahan. Semoga kehadiran para penyuluh ini bisa memberikan pencerahan kepada kami sehingga membawa kita semua menuju manusia yang bertakwa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kepala Desa yang pernah menerima penghargaan STBM Award tingkat Nasional 2021 ini mengatakan bahwa, “kolaborasi Pemdes dengan Penyuluh Agama ini sangat efektif tidak hanya mensyiarkan nilai-nilai agama yang moderat, namun sangat baik dalam membantu memberikan motivasi sekaligus konsultasi pada permasalahan masyarakat di desa, mulai dari kasus warisan, sengketa tanah, problem kerumahtanggaan dan lain permasalahan masyarakat lainnya,” terangnya.

Sementara itu, Fatukhurrohman, selaku Penyuluh Fungsional dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Petanahan yang sekaligus sebagai Pembina FKPAI Petanahan mengatakan bahwa kegiatan safari Ramadhan ini dilaksanakan guna melakukan pendekatan kepada masyarakat.

“Sebelumnya kita telah melakukan mapping dari total 21 desa di Kecamatan Petanahan yang akan menjadi sasaran safari Ramadhan ini, salah satunya Desa Jatimulyo, sebagai desa yang sangat aktif dalam pemberdayaan masyarakat, sehingga tentu bisa menjadi mitra kami dalam hal penyuluhan keagamaan,” ungkapnya.

Menurut Fatkhur, safari Ramadhan menjadi kegiatan yang efektif dalam menguatkan tali silaturahmi antara penyuluh agama dengan masyarakat sekaligus pemerintahan desa di beberapa desa binaan. Ia berpendapat bahwa ibadah tidak hanya mahdhah saja, melainkan ibadah ghairu mahdhah menjadi kunci sukses dalam menebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin,

“Ibadah itu tidak hanya sholat, tetapi juga bisa berwujud muamalah seperti kegiatan malam ini. Sehingga kita sebagai seorang Muslim, harus memiliki sikap tepa slira dan moderat. Walaupun nafsu kita berkata sulit, tetapi puasa di bulan Ramadhan harus tetap kita laksanakan, karena itu perintah syariat. Di sisi lain jangan mudah menuduh orang lain yang tidak berpuasa sebagai orang yang salah dan kafir, kita harus berhusnudzan dan tetap mencontohkan kebaikan pada mereka,” terangnya di hadapan jamaah Masjid Nurul Huda. (aa/fz/bd).