BOS MIN Terserap 63%, Kepala MIN Berharap Bisa Buka Blokir Anggaran

BELAJAR – Suasana pembelajaran di salah satu MIN di Banyumas

BANYUMAS – Bantuan Operasional Sekolah pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Kabupaten Banyumas dilaporkan sudah terserap 63,30% per tanggal 18 Mei 2022. MIN 1 Banyumas menyerap 62,27% dari anggaran total sebesar Rp 500.375.000,-, MIN 2 Banyumas mencapai angka 62,09% dari anggaran Rp 426.753.000,- ,sedangkan MIN 3 Banyumas berhasil unggul mencapai 66,24% dari anggaran Rp 347.572.000,-

“Anggaran BOS dari 3 MIN ini, totalnya Rp 1.274.700.000,- sudah terserap Rp 806.823.180,- dan hanya menyisakan anggaran Rp 467.876.820,- ” terang Kasi Pendidikan Madrasah, H Edi Sungkowo SPd MPd dalam laporannya pada rapat koordinasi pelaksanaan anggaran Kemenag Banyumas, Kamis (19/5) kemarin.

Pelaksanaan BOS MIN, lanjut Edi Sungkowo, ini sangat cepat. Baru bulan Mei sudah mencapai 63%. Sehingga sangat mendorong prosentase serapan anggaran Pendidikan Islam secara keseluruhan. “Ini bisa membantu mencapai target serapan 75% di akhir Juli nanti sesuai target Gusmen”, ujarnya.

Terkait cepatnya penyerapan BOS , Kepala MIN 3 Banyumas, H Sabar Munanto MPdI mengaku karena sudah menyelesaikan pekerjaan belanja modal di awal tahun. “Belanja modal dan belanja barang persediaan sudah kita selesaikan di awal tahun, jadi sekarang tinggal yang kegiatan-kegiatan saja”, ungkap Sabar.

Para Kepala MIN berharap agar anggaran BOS yang terblokir sebesar Rp 200.000,- per siswa dapat segera dibuka blokirnya. “Sisa anggaran BOS kami tinggal 40%, padahal kegiatan masih sangat banyak. Kalau yang dua ratus ribu per siswa di buka blokirnya insyaalloh bisa menutup kebutuhan operasional”, harap Saridin, Kepala MIN 1 Banyumas.

Sementara itu, Perencana Kankemenag Kab. Banyumas, Drs Munbahij Al Khuluq secara terpisah menerangkan bahwa pemblokiran BOS sebesar Rp 200.000,- per siswa merupakan permintaan pemerintah untuk penghematan anggaran. “Satker Pendidikan Islam yang bisa diblokir hanya BOS, namun kabarnya akan dibuka kembali pada bulan Juli”, tukasnya. (akw/rf)