Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali berfoto bersama tokoh agama seusai silaturrahmi bersama

Kepala Kantor Terima Silaturahmi Tokoh Agama

Boyolali (Humas) – Sejumlah Tokoh Agama non islam melakukan silaturahmi dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali pada Selasa (10/05). Silaturahmi yang dipimpin oleh Pdt. Nuh Asbanu tersebut sekaligus dimanfaatkan sebagai ajang halal bi halal para tokoh agama non Islam kepada keluarga besar Kementerian Agama Kab. Boyolali.

“Kehadiran kami para tokoh Agama ke Kantor Kementarian Agama Kab. Boyolali ini merupakan ajang silaturahmi sekaligus menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri kepada keluarga besar  Kementerian Agama Kab. Boyolali.” Kata Pdt. Nuh Asbanu.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Boyolali, H. Hanif Hanani menyambut baik kehadiran para tokoh agama non islam tersebut ke Kantor. Silaturahmi ini  merupakan momentum yang baik dalam membangun komunikasi dan koordinasi antara tokoh agama dengan pemerintah, terutama dalam rangka membangun kondusifitas keagamaan di Boyolali. Kekompakan antara para tokoh agama dengan pemerintah merupakan kekuatan dasar dalam membangun kerukunan umat beragama.

“saya menyambut baik silaturahmi para tokoh agama pada momentum idul fitri 1443 H, ini merupakan bukti perhatian besar para tokoh agama non islam terhadap hari raya umat islam. Kesadaran yang tinggi terhadap komitmen membangun kerukunan antar umat beragama di Boyolali” ujar Hanif.

Lebih lanjut Hanif mengungkapkan, Kerjasama Kemenag Boyolali dengan para tokoh agama non islam telah terjalin baik, pada moment Natal tahun 2021, seluruh pejabat Kemenag Boyolali turun ke sejumlah Gereja di Boyolali untuk memastikan pelaksanaan Natal berjalan dengan baik. Demikian juga dengan hari raya agama lain, Kemenag selalu turun langsung untuk memastikan pelaksanaan perayaan hari raya berjalan lancar dan damai. Jelas Hanif

Silaturahmi dan halal bi Halal tersebut diisiniasi oleh Penyelenggara Katolik Kantor Kemenag Kab. Boyolali, Damianus Widihantara, diikuti oleh tokoh agama Kristen, Katolik, Hindu dan Budha. Kegiatan ini diharapkan bisa memperkuat komunikasi dan koordinasi antara para tokoh agama dengan pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama. (Zoelva/Jaim/rf)