Pembinaan Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Semarang Kepada Kepala MI Se kota Semarang

Semarang-Kepala kantor kementrian agama kota Semarang melaksanakan pembinaan terhadap kepala MI se kota Semarang di masjid Nurul Iman ,komplek MI Taufiqiyah tembalang semarang. Pembinaan tersebut dikemas dalam kegiatan Halal Bihalal yang diikuti oleh seluruh kepala MI se kota Semarang baik yang masuk dalam KKM 1 maupun KKM 2 MI kota Semarang.

Kegitan Halal Bihalal ini adalah wujud kebersamaan antara kamad MI di KKM 1 dan KKM 2 dan sekaligus sebagai media untuk menampilkan kebesaran madrasah hususnya MI kepada masyarakat sehingga MI mampu berperan dan sekaligus mewarnai dunia pendidikan di masyarakat, ungkap Mudloffar, ketua KKM 2 sekaligus ketua panitia Halal Bihalal.

Turut hadir dalam acara ini Kasi Pendidikan Madrasah kemenag kota semarang, Dr. Fathuronji sebagai penceramah , beserta para pengawas pendidikan agama kemenag kota semarang.

Dalam pembinaanya ,Ka Kankemenag kota semarang, Mukhlis Abdillah,SH.M.Hum yang biasa disapa Pak Mukhlis menyampaikan apresiasinya kepada pengurus KKM1 dan KKM 2 MI kota semarang yang telah melaksanakan kegiatan ini.

“Setelah ummat islam sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa, tibalah hari yang dimulyakan, hari dimana Allah mengharamkan puasa, dan menghalalkan makanan yaitu hari raya idul fitri. Bagi ummat islam di penjuru dunia mungkin tidak begitu meriah, tetapi bagi ummat islam di tanah melayu atau nusantara hususnya  Indonesia idul fitri adalah moment yang luar biasa. Mudik lebaran menjadi agenda tahunan untuk bisa bertemu keluarga,nyekar di makam leluhur dan saling memaafkan. Mereka juga berbagi kebahagiaan dengan memberikan uang saku pada anak anak di kampung.” Pak Mukhlis mengawali sambutannya.

” Kegiatan halal bi halal seperti ini harus disambut dengan gegap gempita meskipun dengan nuansa sederhana, karena kita telah kehilangan kesempatan dalam dua tahun terakhir akibat pandemi. MI di kota semarang melalui wadah KKM baik KKM 1 maupun KKM 2 harus mampu memberikan sumbang sih yang luar biasa terhadap pandidikan di masyarakat sehingga madrasah tidak lagi menjadi scond line atau pilihan alternatif . Tantangan kita sebagai pendidik di era digital ini adalah bagaimana kita menanamkan karakter keagamaan sekaligus karakter kebangsaan kepada peserta didik yang setiap hari menjelajah alam maya dengan gadget mereka, sehimgga mereka tidak terkontaminasi budaya yang tidak sesuai dengan ajaran agama kita dan karakter bangsa kita, Indonesia” lanjut pak Mukhlis

Pak Ronji sapaan akrab Kasi Penma Kemenag kota Semarang dalam tausyiyah beliau menyatakan,” Moderasi dalam beragama sudah ada sejak dulu. Beliau menyampaikan bahwa dijadikannya manusia berbangsa dan bersuku menginspirasi manusia untuk saling mengenal yang pada kemudian dalam pelaksanaannya dikembangkan dalam bentuk halal bihalal oleh mbah wahab hasbullaah yang selanjutnya menjadi adat kebiasaan bagi masyarakat Indonesia.sebagai mana terirat dalam Al qur’an surat al Hujurat ayat 13.

Keberkahan ramadhan dirasakan oleh siapa saja, baik muslim maupun non muslim, terlihat dari gerak ekonomi selama ramadhan yang meningkat 5,2 % selama ramadhan ini. Kebiasaan baik dalam ramadhan hendaknya diikuti dalam kehidupan sehari-hari.

Halal bihalal memiliki arti luar biasa dalam berbagai kontek. Membuka pintu komunikasi secara sosial, mengatur kehidupan yang sehat dengan mengendalikan nafsu mengkonsumsi makanan dan minuman. Selebihnya puasa mendidik kita untuk mengikis rasa angkuh, sombong dalam hati. Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. Ambil pelajaran, ibroh dari setiap kehidupan untuk kebaikan hidup kita.

Madrasah menjadi pilihan bagi masyarakat yang cerdas. Contoh perilaku hidup bersih sudah dari dulu dilaksanakan oleh masyarakat muslim dalam keseharian dan masuk dalam konteks pembelajaran. Bentuk ihtiyar hidup sehat menjadi suatu aturan diantaranya dengan mengikuti program vaksinasi. Madrasah sebagai bentuk lembaga formal hendaknya bisa mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah guna kebaikan dan keselamatan bersama.

Semoga kita semua para pejuang pendidikan mendapatkan keberkahan ramadlan dan idul fitri sehingga kedepan lebih bersemangat dalam menjalankan tugas sebagai pendidik di madrasah meski banya tantangan menghadang karena memang Allah menciptakan kita ,manusia itu dalam tantangan,sebagaimana tersurat dalam Al Qur’an surat al Balad ayat 4. (Muhamad jamil/Sukirman/bd)