Bijak Menghadapi Remaja Pasca Pandemi dan Kiat Memilih Sekolah Lanjutan, Parenting MIN 1 Kebumen

Kebumen – Pandemi membawa dampak yang nyata bagi peserta didik, diantaranya anak menjadi semakin akrab dengan HP, kesulitan belajar dan hilangnya keakraban dalam keluarga yang memicu banyak dampak negatif lainnya pada perkembangan anak.

Berbagai permasalah yang muncul dan menghambat perkembangan anak pasca pandemi, harus segera dicari solusinya terlebih pada peserta didik kelas 6 yang sebentar lagi lulus. Inilah yang dibahas pada parenting Paguyuban Orang Tua Murid dan Guru (POMG) Kelas 6 MIN 1 Kebumen, Kamis (29/9). Tema parenting kali ini, Bijak Menghadapi Remaja Pasca Pandemi dan Kiat Memilih Sekolah Lanjutan.

Kepala madrasah, Hj. Widyastuti, M.Pd., menyampaikan pentingnya parenting untuk mengetahui apakah langkah yang sudah diambil dalam mengarahkan anak sudah tepat. Ia berharap kegiatan parenting yang diinisiasi oleh POMG Kelas 6  akan menghasilkan ilmu yang bermanfaat dan berkah.

“Selamat mengikuti parenting untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan berkah untuk kita dan anak-anak kita” kalimat tersebut disampaikan Widyastuti pada pembukaan parenting dihadapan POMG Kelas 6 di MIN I Kerbumen.

Pada parenting ini, psikolog dari Lembaga Psikologi Terapan Air Vision Kebumen, Rofiah Akbar, S.Psi, M.Psi.,  memaparkan, “Pandemi mengajarkan kita bahwa kita tidak bisa hidup tanpa teknologi, demikian pula anak-anak kita, namun faktanya penggunaan gadget dapat menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh, termasuk menjauhkan anak dengan orang tuanya”.

Menurutnya penggunaan gadget dapat mengikis kebersamaan keluarga dan menimbulkan berbagai masalah pada hubungan orang tua dan anak.

Untuk mengatasinya psikolog yang juga aktif di Poli Jiwa dan Napza Puskesmas Karanganyar ini memberi tips  mengatasi berbagai masalah pada perkembangan remaja khususnya peserta didik kelas 6 madrasah ibtidaiyah.

Untuk membuat linkungan keluarga yang baik bagi perkembangan anak, psikolog yang berdomisili di Pejagoan Kebumen ini, menyarankan agar masing-masing mengokohkan relasi bersama pasangan, menciptakan rumah laksana surga bagi anak “Baitii Jannatii”, solehkan diri terlebih dahulu, kontrol media dan lingkungan pertemanan anak, bentengi anak dengan agama, serta doakan selalu anak-anak kita.

Terkait dengan tips memilih sekolah lanjutan, ia merekomendasikan agar visi keagamaan yang telah dipupuk di madrasah ibtidaiyah dilanjutkan pada jenjang berikutnya agar tidak terputus. “Tuntunan keagamaan sangat penting khususnya pada masa remaja, jangan terputus”, tuturnya.

Rofiah Akbar menjelaskan remaja butuh support, nilai moral, bimbingan, dan arah yang benar. “Anak kelas 6 adalah anak pra-remaja yang senang diajak diskusi, maka arahkan mereka dengan cakap dan bijaksana”.

Seusai acara perenting, agenda dilanjutkan dengan musyawarah POMG untuk membahas berbagai program madrasah khususnya yang berkaitan dengan peserta didik kelas 6. (Dwi/fz/bd).