Gowes Moderasi Kolaborasi KUA Kecamatan Sukoharjo dan PKUB

Sukoharjo – Salah satu yang harus dilakukan adalah merubah pandangan masyarakat bahwa KUA Kecamatan itu bukan Kantor urusan asmara tetapi dengan program revitalisasi KUA Kecamatan diharapkan KUA Kecamatan menjadi Unit Pelaksana Tugas kementerian agama di wilyah kecamatan atau bisa menjadi etalase layanan keagamaan di tingkat kecamatan yang nota bene bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Hal tersebut dikatakan oleh Kasi Bimas Islam Kankemenag Kabupaten Sukoharjo, Imam Waladi ketika menghadiri rapat koordinasi antara KUA Kecamatan dengan PKUB Kecamatan Sukoharjo bertempat di aula gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kecamatan Sukoharjo, Selasa (20/09). Pukul 09.00 wib – selesai.

Oleh karena itu, masih menurut Imam Waladi peran KUA kecamatan harus ditingkatkan dan divitalkan, tidak hanya layanan pernikahan tetapi juga layanan keagamaan yang lain  dalam rangka turut mensukseskan program prioritas menteri agama, antara lain transformasi digital, moderasi beragama dan pelaksanaan tahun 2022 sebagai tahun toleransi.

“Rapat koordinasi ini merupakan lanjutan dari koordinasi yang telah dilaksanakan sebelumnya oleh KUA Kecamatan dengan PKUB (Paguyuban Kerukunan Umat Beragama) bahwa disepakati akan dilaksanakan kegiatan dalam rangka mewujudkan program moderasi beragama dalam bentuk kegiatan gowes kerukunan umat beragama” kata Imam Waladi.

Pada kesempatan rakor tersebut, Kasi Bimas Islam juga berterimakasih serta memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KUA Kecamatan Sukoharjo yang telah pro aktif berkomunikasi, berkolaborasi dan bersinergi dengan PKUB Kecamatan Sukoharjo. Pihaknya juga menginformasikan ketika dicanangkannya program revitalisasi KUA Kecamatan, KUA kecamatan Sukoharjo merupakan salah satu pilot project Revitalisasi KUA Kecamatan di wilayah Kabupaten Sukoharjo disamping KUA Kecamatan Weru.

Sementara itu, dalam sambutannya Ketua PKUB Kecamatan Sukoharjo, Hartono mengatakan kegiatan yang disiapkan adalah gowes kerukunan umat beragama, pihaknya menuturkan kegiatan tersebut adalah kegiatan perdana PKUB Kecamatan pada tahun ini, ia berharap kegiatan tersebut akan  mendorong terwujudnya kerukunan antar umat beragama, terjalin kebersamaan dan toleransi saling menghormati dan menghargai perbedaan dan bersama-sama mewujudkan persatuan dan kesatuan. “Selain gowes nanti kita juga akan mengadakan kegiatan deklarasi bersama tentang moderasi dan toleransi umat beragama sebagaimana yang tadi diusulkan oleh Kakankemenag” pungkas Hartono. Sebagaimana diketahui, sebelumnya KUA Kecamatan Nguter sudah terlebih dahulu menggelar deklarasi moderasi  dan toleransi oleh ASN KUA Kecamatan Nguter, Penyuluh Agama Islam non ASN kecamatan Nguter beserta Kasi Pelayanan desa se kecamatan Nguter, Deklarasi dipandu oleh kepala KUA Kecamatan Nguter Kamis, (15/09) yang lalu.

Terkait kegiatan tersebut Kepala KUA Kecamatan Sukoharjo Nur Syahid memastikan,KUA kecamatan Sukoharjo akan mendukung penuh kegiatan tersebut dengan mengerahkan penyuluh agama baik PNS maupun non PNS serta akan mengkomunikasikannya dengan pihak pemangku wilayah (Camat dan Muspida kecamatan Sukoharjo) serta lurah/kepala desa se-Kecamatan Sukoharjo. Rencananya kegiatan gowes akan digelar pada bulan oktober dengan mengambil start awal di kantor Camat Sukoharjo.

Selain Kasi Bimas Islam, rapat koordinasi tersebut juga dihadiri oleh Kepala KUA Kecamatan Sukoharjo Nur Syahid, Ketua PKUB Kecamatan Sukoharjo Hartono, Pembimas Katolik Kankemenag Kabupaten Sukoharjo Marcelina Ika Puspita, Penyuluh Agama Islam PNS dan non PNS Kecamatan Sukoharjo, Penyuluh Agama Katolik non PNS, segenap pengurus PKUB perwakilan dari agama Kristen pendeta Idi Bangun, Wiryawan dari Katolik , Bambang dari Agama Hindu, Asep dari agama Budha juga toga/tomas yang tergabung dalam PKUB Masluri dari NU, Safruddin dari LDII, Edi dari MTA, Umar Suparno dari IPHI Kecamatan Sukoharjo.(iw/djp/rf)