Apresiasi Kepedulian MUI akan Pentingnya  Moderasi Beragama

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Kota Pekalongan – Kementerian Agama mengapresiasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) karena telah memberikan perhatian besar terhadap Moderasi Beragama di Indonesia. Apresiasi ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nizar Ali saat menghadiri penutupan Konferensi Internasional yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI), di Jakarta.

Konferensi yang terselenggara atas kerja sama MUI dengan Robithoh Alalam Islamy ini mengusung tema Agama, Perdamaian, dan Peradaban. “Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian MUI akan pentingnya Moderasi Beragama serta keharmonisan dalam hidup beragama dan bernegara. Di Indonesia keberadaan agama adalah sebuah keniscayaan. Jauh sebelum Indonesia disahkan sebagai sebuah negara, tanah air ini sudah kental dengan sistem kepercayaan dari beragam agama yang tumbuh subur,” ujar Nizar, Selasa (23/5/2023).

“Atas nama Kementerian Agama saya mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar MUI atas dedikasi dan pengabdiannya pada tanah air Indonesia. MUI acap kali mencurahkan seluruh pikiran dan tenaganya untuk Indonesia terutama yang berkaitan masalah kegamaan baik secara nasional dan internasional,” tandas Nizar.

Diharapkan Nizar, konferensi ini memiliki dampak besar bagi kehidupan keberagamaan di skala internasional. Bagi Indonesia, konferensi yang berlangsung mulai 21 sampai 23 Mei 2023 ini menjadi penegasan pesan Moderasi Beragama.

“Peradaban yang saat ini kita rasakan tidak lain merupakan hasil dari pertemuan antara nilai-nilai yang dihasilkan dari olah fikir manusia sendiri dan nilai-nilai yang lahir dari agama. Oleh karena itu nilai agama akan senantiasa menjadi sumber kekuatan yang tak tergantikan untuk menghadapi segala bentuk perkembangan zaman. Mulai dari aspek kehidupan sosial, budaya, politik dan ekonomi bahkan agama dapat dijadikan sumber untuk mengatasi konflik,” kata Nizar.

Nizar juga mengapresiasi Deklarasi Jakarta yang lahir dalam konferensi ini. “Semoga Deklrasi Jakarta yang lahir dari konferensi internasional tentang implementasi Moderasi Beragama sebagai solusi untuk membangun harmoni,mengatasi radikalisme dan phobia bisa benar-benar terealisasikan,” kata Nizar.

“Marilah kita bergandengan tangan dan memperkokoh persatuan karena itu akan semakin mengukuhkan langkah kita dalam menghadapi segala bentuk permasalahan,” tutupnya. (Beny Andrios/Indah/Ant/bd).