Gelaran NGOPI Diharapkan Mampu Manjaring Inovasi Bagi Pendidikan Islam

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Kota Magelang – Pendidikan Islam profesional dengan semangat Pancasila sebagai prioritas untuk membangun kesadaran bersama dalam memajukan bangsa.

Demikian disampaikan Sofia Nur Kepala Kantor Kemenag Kota Magelang saat membuka acara Ngobrol Pendidikan Islam (NGOPI) yang diselenggarakan Bidang Pendidikan Agama Islam Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah di Prambanan room Hotel Puri Asri Magelang, diikuti oleh 150 peserta, Selasa, (18/7).

“Mempertahankan Indonesia pada usia seratus tahun maka harus dilakukan penguatan pendidikan dengan kualitas Profil pelajar Pancasila” Kata Sofia

Kegiatan NGOPI ini dimaksudkan untuk mengusulkan sumbang saran ke pemerintah melalui Kementerian Agama dan dorongan inovasi pendidikan melalui wakil rakyat. Sebagai disampaikan oleh KH. Muslich Zaenal Abidin anggota Komisi VIII DPR-RI dan Dhani isrowati dari AKPAI Magelang yang menyempatkan diri hadir serta menjadi pemateri.

“Gagasan yang diinginkan oleh peserta untuk dapat disampaikan karena nanti akan menjadi pesan wakil rakyat dan juga pemerintah dalam menyikapi pendidikan di Indonesia” jelas Sofia

Kyai Muslih menekankan bahwa pendidikan Islam berperan penting dalam membentukan manusia,  pendidikan Islam berkontribusi sejak awal pendidikan dimulai dari pondok pesantren dan juga pendidikan formal dari RA. MI, MTs, MA dan Perguruan tinggi Islam. Harapannya, pendidikan Islam menjadi motor penggerak moderasi beragama sebagai landasan kualitas manusia.

sementara itu, AKPAI Dhani Isrowati menekankan bahwa pendidikan saat ini fokus pada kualitas karakter dan kepribadian peserta didik untuk mengembangkan potensi diri. Profil pelajar Pancasila adalah bentuk usaha menciptakan peserta didik yang mencintai negara kesatuan Republik Indonesia.

Dengan adanya kegiatan Ngobrol Pendidikan Agama Islam (NGOPI) mendorong pertumbuhan pendidikan yang kuat dengan kesadaran agama dan juga pendidikan pelajaran Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. (Wahono/Hari/rf)