Guru MAN 1 Surakarta Belajar Menulis Artikel Populer

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Surakarta – Dalam rangka mengembangkan kemampuan menulis artikel populer oleh para guru, diadakan kegiatan Workshop Menulis Artikel Populer (Guru Menulis), sabtu (28/5/2022), bertempat di Aula Lantai 4 Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta. Kegiatan dihadiri oleh 20 guru MAN 1 Surakarta yang dinilai memiliki potensi mengembangkan kemampuan di bidang kepenulisan. Acara ini merupakan kerjasama antara tim literasi MAN 1 Surakarta dengan Solopos.

Hadir Slamet Budiyono selaku kepala MAN 1 Surakarta. Dalam sambutannya, Slamet berharap bahwa kegiatan ini dapat dipergunakan sebagai sumber lecutan atau motivasi mengembangkan kemampuan menulis. Dimana menghasilkan output berupa karya yang dapat dimuat di media massa sehingga dapat dinikmati masyarakat. Ia menilai bahwa budaya literasi erat kaitannya dengan dunia kepenulisan.
“Jika ada budaya menulis, maka ada budaya membaca,” imbuhnya.

Rusdi Mustapa selaku ketua pelaksana kegiatan, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan upaya tim literasi MAN 1 Surakarta untuk memberikan kesempatan pada guru-guru untuk dapat mengembangkan potensi dalam dunia kepenulisan. Potensi tersebut kemudian dapat menghasilkan sebuah karya artikel popular yang dapat dimuat di media massa yang dapat menambah penilaian angka kredit sebagai salah satu persyaratan dalam kenaikan pangkat.

Kegiatan yang digelar oleh tim literasi MAN 1 Surakarta menggaet narasumber dari Solopos, Anik Sulistyawati. Materi yang disampaikan berisi berbagai tips dalam menulis artikel, seperti menggali ide dan mencurahkannya dalam bentuk tulisan. Peserta diajak membuat draft naskah artikel populer yang langsung mendapat review dari narasumber.

Dalam presentasinya, Anik mengajak peserta untuk menuangkan ide-ide dan wawasan yang dimiliki para guru dalam sebuah tulisan berupa artikel populer atau opini yang kemudian dapat membawa dampak yang lebih besar. Banyak sekali gagasan yang perlu ditampilkan pada khalayak umum. Dengan kemampuan yang dimiliki, guru akan lebih mudah dalam menjabarkan gagasan yang ia punya. Dengan begitu, maka kemampuan literasi guru akan meningkat, yang memberikan efek domino terhadap kemampuan dan kinerja guru dalam mendidik siswa. Di akhir materi, Anik mengutip sebuah kalimat motivasi oleh Louis L’Amour, “Start writing, no matter what. The water does not flow until the faucet is turned on.”

Melihat antusiasme peserta dan hal positif yang dapat diambil dari kegiatan ini diharapkan kegiatan ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Saya berharap agar kegiatan ini dapat diagendakan sebagai kegiatan rutin.
Seperti pelari yang terus berlari, saya mendapatkan insight baru untuk terus menulis dan menulis,” pungkas Agus Dwi Prasetyo. (rsd/my/bd)