Lewat MATSAMA, Ahmad Munir kenalkan sejarah Madrasah di MTs N 1 Banjarnegara.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Banjarnegara-Senin, (17/7/23) lewat kegiatan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) Tahun Pelajaran 2023/2024, Munir Efendi selaku pendidik MTs N 1 Banjarnegara kenalkan kepada  319 siswa/siswi baru angkatan  2023/2024 mengenai sejarah Madrasah.

Bertempat di aula MTs N 1 Banjarnegara, Munir mengenalkan Madrasah di Indonesia  merupakan hasil perkembangan modern pendidikan pesantren yang secara historis, eksis jauh sebelum Belanda menjajah Indonesia.

“Lembaga pendidikan Islam yang pertama ada adalah pesantren.” Kata Munir saat menyampaikan materi MATSAMA.

Sebagaimana diketahui, pada awal abad ke-20, madrasah-madrasah dengan sistem berkelas (klasikal) mulai muncul di Indonesia. Menurut penelitian Mahmud Yunus, pendidikan Islam pertama kali memiliki kelas dan memakai bangku, meja, dan papan tulis adalah Madrasah Adabiyah (Adabiyah School) di Padang.

“Madrasah Adabiyah adalah madrasah pertama di Minangkabau, bahkan di Indonesia, didirikan oleh Syeikh Abdullah Ahmad pada tahun 1909. Madrasah ini hidup sampai tahun 1914, kemudian diubah menjadi HIS Adabiyah pada tahun 1915, yang merupakan HIS pertama di Minangkabau yang memasukkan pelajaran agama Islam dalam pengajarannya. (baca Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, t.th.)” sambung Waka Sarana Prasarana MTs N 1 Banjarnegara.

Tidak hanya itu, Munir juga menyampaikan sejarah singkat tentang MTs N 1 Banjarnegara.

“Pada tahun 1980 Bapak Muchtaron ditetapkan dan dilantik oleh kepala Wilayah Departemen Agama Provinsi Jawa Tengah sebagai Kepala MTs Negeri Banjarnegara. Mulai saat itu, kegiatan belajar mengajar MTs Negeri Banjarnegara sebagian dilaksanakan di gedung AL Munawaroh dengan alamat Jalan Gumelar/belakang Gedung Kecamatan Banjarnegara. Seiring dengan perkembangannya, pada tahun pelajaran 1993/1994 MTs Negeri Banjarnegara menempati gedung baru di jalan Raya Semampir No. 01 Banjarnegara yang terdiri dari 6 (enam) lokal kelas di atas tanah seluas 3.500 m2, di tempat inilah sampai sekarang MTs Negeri Banjarnegara melaksanakan kegiatannya.”

Sejak menempati gedung tersebut MTs Negeri Banjarnegara telah menamatkan lebih dari 7000 siswa yang tersebar di berbagai penjuru.

Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Banjarnegara pada perjalanannya selanjutnya mengalami peningkatan yang signifikan. Masyarakat antusias menyekolahkan putra putrinya ke madrasah tersebut. Dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama, MTs Negeri 1 Banjarnegara mengalami peningkatan jumlah siswa sehingga sudah menjadi kebutuhan untuk memperluas lahan. Sampai saat ini, Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Banjarnegara menempati areal tanah seluas 7.332 m2. Luas gedung adalah 1.846 m2. Sedangkan luas halaman 5.486 m2. Kini, MTs Negeri 1 Banjarnegara dilengkapi dengan fasilitas dan sarana pendukung pembelajaran bagi tumbuh kembangnya potensi anak. (Ran/rf)