MTsN 3 Rembang Siap Terapkan Kurikulum Merdeka

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Rembang – MTs.N 3 Rembang tengah mempelajari kurikulum merdeka sebagai pilihan metode pembelajaran terbaru. Hal ini disampaikan oleh Kepala MTsN 3 Rembang, Masrum, Senin (27/6/2022).

Sebagai persiapan, Masrum mengaku telah melakukan  studi banding kepada MTs N 1 Pati  pada 23 Juni 2022  dengan melibatkan sejumlah guru  baik dari MTsN 3 Rembang maupun MTsN 1 Pati sebagai sahabat madrasah.

“Sebagai persiapan  menghadapi tahun ajaran baru 2022/2023 MTs N 3 Rembang  gerak cepat ngangsu kawruh bersama MTs.N 1 Pati terutama yang berkaitan dengan kurikulum baru, yaitu kurikulum merdeka. Walaupun pada tahun ajaran nanti sekolah diberikan  pilihan alternatif  menggunakan kurikulum 2013 atau kurikulum merdeka,” kata Masrum.  

Dari MTsN 1 Pati memberikan gambaran tentang penerapan kurikulum merdeka. “Madrasah bisa memilih menggunakan kurikulum 2013 atau menerapkan kurikulum merdeka.Madrasah yang menerapkan Kurikulum 2013 dengan standart isi, Kompetensi Inti ( KI ) dan Kompetensi Dasar ( KD ) yang ditetapkan oleh pemerintah dengan memberi kewenangan madrasah melakukan kreasi dan inovasi dalam mengembangkan kurikulum operasional di masing masing madrasah,” jelas Masrum.

Sedangkan bagi yang menggunakan kurikulum merdeka dengan standart isi dan capaian pembelajaran yang ditetapkan oleh pemerintah, dengan memberi kewenangan melakukan kreasi dan inovasi dalam mengembangkan kurikulum operasional di masing masing madrasah . 

Ada beberapa perubahan yang ada di kurikulum merdeka , dintaranya jam pelajaran dihitung per tahun, perubahan istilah  Tahun Ajaran, murid dan fase, muatan 75% intrakurikuler dan 25% mata pelajaran berbasis proyek Pelajar Pancasila yang Rahmatan lil Alamin

Mukhoyyaroh selaku Wakil kepala Kurikulum menyampaikan, pada tahun ajaran 2022/2023 kelas 7 siap melaksanakan kurikulum merdeka, “ Kelas 7 nanti MTs.N 3 akan melaksanakan kurikulum merdeka mandiri belajar dengan mendesain kurikulum madrasah sebagai persiapan akan melibatkan semua elemen civitas akademik yang terkait di dalamnya,” kata Mukhoyaroh. – Burhan/iq/rf