Tingkatkan SDM Guru, MTs Matholi’ul Huda Pati Gelar Pelatihan IKM

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Pati — MTs Matholi’ul Huda menggelar kegiatan pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) untuk menyongsong tahun ajaran baru 2023/2024 yang sudah memasuki hari yang ke tiga, Rabu, (19/7).

Acara yang dilaksanakan di gedung madrasah tersebut dimulai sekitar pukul 07.30 WIB sampai dengan selesai ini di diikuti oleh segenap guru mata pelajaran umum dan salaf di MTs Matholi’ul Huda. Lebih kurang 20 guru mengikuti pelatihan dengan khidmat dan antusias.

Semangat seorang pendidik tidak akan pernah padam, mereka akan terus berjuang dan belajar guna meningkatkan kompetensi keguruannya. Tak ada waktu jeda libur Peringatan Hari Besar Islam Tahun Baru Muharram 1445 H, kecuali hanya untuk hal yang lebih bermanfaat.

Dengan fenomena saat ini, sebuah madrasah yang maju harus mengikuti perkembangan zaman. Digitalisasi merupakan aspek yang utama. Setiap madrasah  diharapkan lahir paradigma baru  dalam pengelolaan lembaga pendidikan yang setiap saat harus update dengan perkembangan zaman atau bertranformasi sesuai dinamika perkembangn zaman yang menyesuaikan dengan kurikulum yang diajarkan kepada anak didik, serta mampu mempertahankan kearifan lokal di lingkungannya.

Kepala MTs Matholi’ul Huda, Ma’rifah mengatakan bahwa setiap lembaga harus mampu menyesuaikan dengan perkembangan, dan mampu menjaga amanah yang diberikan oleh orang tua peserta didik dengan penuh tanggung jawab. Pelatihan kurikulum ini adalah salah satunya.

“Dengan diterapkannya Kurikulum Merdeka untuk kelas VII tahun ini, guru harus mampu menguasai isi dari kurikulum untuk diimplementasikan kepada peserta didik di kelas. Terlebih guru-guru yang mengajar di kelas VII saat ini. Dan Alhamdulillah, kita kerawuhan Bapak Sarmidi selaku pengawas MTs MMH Pucakwangi. Yang juga telah memaparkan dan bersedia memberikan pelatihan IKM kepada kami. Guru-guru kami juga antusias mengikuti dan melaksanakan pelatihan,” ungkapnya setelah pelaksanaan pelatihan IKM.

Dalam praktiknya, guru-guru dibagi atas beberapa MGMP mapel serumpun untuk mengefektifkan waktu pelatihan. Di akhir pelatihan, produk yang dihasilkan dipublikasikan di grup whatsApp agar digunakan sebagai pedoman semua guru.(red.im/mts/mmhpchkwangi/at/Sua)