Magelang (Humas) — KUA Kecamatan Grabag melalui Penyuluh Agama Islam, Umi Hani’atul Afifah, meluncurkan inovasi layanan BISA SENTUH (Bimbingan Sakinah Sensitif dan Humanis). Program pendampingan inklusif ini dihadirkan untuk menjawab kebutuhan riil penyandang disabilitas netra dalam membangun keluarga sakinah.
Inisiatif tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan tongkat elektrik kepada pasangan suami istri penyandang disabilitas netra di Dusun Gabahan, Desa Banaran, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jumat (4/9/2026). Alat bantu mobilitas ini diserahkan untuk mendukung kemandirian serta aktivitas harian mereka.
Umi Hani’atul Afifah menjelaskan, pendampingan keluarga tidak boleh sebatas urusan administrasi atau bimbingan keagamaan normatif. Layanan harus mengedepankan pendekatan empatik dan sensitif terhadap kondisi fisik maupun sosial warga.
“Bimbingan sakinah harus mampu menyentuh seluruh lapisan keluarga tanpa terkecuali. BISA SENTUH hadir agar saudara-saudara kita yang disabilitas dapat menjalani kehidupan rumah tangga secara mandiri, nyaman, dan bermartabat,” ujar Umi.
Aksi sosial ini terlaksana atas kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang, Penyuluh Agama Islam KUA Grabag, BMT Saudara, LKS PKDAC, Pemerintah Desa Banaran, serta Dinas Sosial Kabupaten Magelang.
Melalui sinergi ini, BISA SENTUH diharapkan terus menjadi jembatan antara program bimbingan perkawinan formal dengan solusi konkret di lapangan. Keterbatasan penglihatan bukan penghalang bagi setiap pasangan untuk membina rumah tangga yang harmonis dan mandiri.
“Bimbingan sakinah harus mampu menyentuh seluruh lapisan keluarga tanpa terkecuali. BISA SENTUH hadir agar saudara-saudara kita yang disabilitas dapat menjalani kehidupan rumah tangga secara mandiri, nyaman, dan bermartabat,” ujar Umi.
Aksi sosial ini terlaksana atas kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang, Penyuluh Agama Islam KUA Grabag, BMT Saudara, LKS PKDAC, Pemerintah Desa Banaran, serta Dinas Sosial Kabupaten Magelang.
Melalui sinergi ini, BISA SENTUH diharapkan terus menjadi jembatan antara program bimbingan perkawinan formal dengan solusi konkret di lapangan. Keterbatasan penglihatan bukan penghalang bagi setiap pasangan untuk membina rumah tangga yang harmonis dan mandiri.









