Artikel

Halaman Artikel

Anak Aset Dunia, Akhirat

Oleh Kantor Kementerian Agama Kota Semarang - 01 Oktober 2018

Anak adalah aset bangsa yang penting melanjutkan estafet negeri. Perlu usaha yang keras agar mereka sukses kedepannya. Sebuah kisah inspiratif  untuk dijadikan motivasi bagi orangtua yang selama ini belum bisa maksimal mendidik buah hatinya. Ketika ada ibu yang sakaratul maut, anak-anakanya tidak bisa berbuat banyak untuk menyelematkan ibunya dengan menuntun ibunya dengan bacaan kalimat thoyyibah dengan menyebut nama Allah swt dan meminta ampunan atas segala dosa agar di ampuni segala kekhilafannya selama hidup, sehingga di mudahkan malaikat Izrail menjemput nyawa.  Karena selama masih hidup anak-anaknya tidak pernah di kenalkan dan di ajarkan  agama dengan benar, tidak berkutiklah anak-anaknya di depan bundanya yang terbaring sakit menghadapi detik-detik terakhir kematian. Dibiarkan ibunya dengan iringan tangisan kesedihan, bahkan salah satu anaknya  punya inisiatif gila untuk menshoting ibunya  dengan handy cam  yang canggih. Anak tersebut mengatakan “ Saudara-saudaraku ini adalah moment yang tepat untuk mengenang ibu  kita “.  Sebuah pemandangan yang sangat menyesakkan  hati, bila itu terjadi pada keluarga kita.

Anak adalah investasi dunia dan akherat. Ketika orang tua berhasil menjadikan anak pandai dalam ilmu pengetahuan dan agama maka akan menjadi aset ketika orang tua meninggal. Anak siap membimbing orang tua disaat sakaratul maut, siap menjadi imam shalat jenazah dan siap mengirimkan doa ketika sudah menghadap Allah swt. Ketika anak kita masih kecil kesempatan bagi kedua orang tua untuk menanamkan investasi nasehat sebanyak-banyaknya. Andai anak-anak ibarat buku tabungan, dan nasehat itu adalah uangnya, semakin banyak nasehat, semakin aman kedepannya, karena orang tua sudah punya tabungan nasehat yang lebih dari cukup.  Karena kalau anak-anak  sudah tumbuh  besar dan jarang dalam dekapan kedua orang tuanya, tentunya  sulit untuk menabung nasehat kepadanya, anak lebih nyaman dengan nasehat teman sebayanya. Ketika anak jauh dari orangtuanya karena sekolah, kuliah atau kerja di tempat lain dan jauh dari tempat tinggal kedua orangtuanya,  tentunya ortu akan  merasa nyaman karena anak sudah mampu membedakan mana yang baik dan buruk berkat tabungan nasehat yang di mulai sejak kecil. Ketika orang tua sibuk berkerja, anak-anak berinteraksi dengan teman-temanya di rumah, lingkungan, sekolah, kampus orang tua tidak merasa khawatir keberadaan anaknya. Mari bersama kita jadikan anak-anak kita anak yang cerdas otaknya juga cerdas spiritualnya.

Anak-anak adalah aset keluarga, agama dan bangsa yang akan meneruskan estafet kepemimpinan di negeri ini. Ketika anak-anak cerdas agama dan ilmu pengetahuannya tenanglah orang tua ketika sakaratul maut. Pesan Rasulullah Muhammad saw yang perlu di ingat orang tua adalah : Ketika anak cucu nabi Adam meninggal semua amalnya putus, kecuali tiga hal yaitu shadaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya. Fakta di lapangan sedikit sekali anak-anak yang sholeh dan sholehah. Ketika salah satu kedua orang tuanya meninggal anak-anaknya  hanya sebagai pengamat saja. Memandikan jenazah, sholat jenazah, doa, imam sholat jenazah  semua di serahkan  orang lain. Kalau anak-anaknya sholeh tentunya akan dipimpin oleh anaknya doa akan di terima oleh Allah swt.

Perlu usaha dan kerja keras orangtua dalam mendidik agar anak bisa menjadi aset dunia akhirat. Perlu di didik sejak dini dengan ajaran agama agar anak kedepannya tahu kewajiban sebagai anak. Anak yang kecerdasan spiritualnya bagus akan tahu siapa dirinya, mau kemana dan darimana dirinya. Setiap manusia harus menjaga dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat agar selamat dunia akhirat.

Bapak adalah pemimpin keluarga bertanggunjawab dalam memimpin keluarga karena diakhirat akan diminta pertanggungjawabanya tentang kepemimpinannya, begitu juga ibu ada kewajiban menjaga warwah keluarga dengan menjaga rumah dan mendidik anak di rumah setelah anak-anak pulang dari sekolah. Semua tugas ini harus dikerjakan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh karena nanti semua yang akandilakukan akan dimintai pertanggungjawabab dihadapan Allah swt. Sebagai anak juga harus belajar dengan tekun, rajin dan bersemangat, hormat guru dan orangtua karena  mereka adalah aset bangsa dan akan menjadi pemimpin masa depan negeri tercinta.

Ahmad Riyatno, S.Ag, M.Pd.I

Guru Aqidah Akhlak MAN 2 Semarang


Dibaca sebanyak 101 kali

Web Profile Kemenag Jateng


Web Profile Kementrian Agama Provinsi Jawa Tengah merupakan web mandiri yang dibangun dalam rangka untuk memperkenalkan Kementerian Agama Provinsi Jateng terkait dengan tugas, fungsi dan layanan yang diberikan kepada masyarakat.

Adanya web profile ini diharapkan dapat memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Berita Terbaru


FKUB dan MUI Ajak Masyarakat Rukun dan Damai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora - 24 Mei 2019

16 ASN Kemenag Kab. Tegal Terima SK Kenaikan Pangkat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal - 24 Mei 2019

UPZ Mulai Distribusikan Bantuan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Demak - 24 Mei 2019

Kontak Info


Alamat Kantor Jl. Sisingamangaraja No.5 Semarang
Telp: 024-8412547 Fax: 024-8315418

Media Sosial