Artikel

Halaman Artikel

Jadilah Guru Seperti Mangga Masak Pohon

Oleh Kantor Kementerian Agama Kota Semarang - 01 Oktober 2018

Rasulullah saw telah mewajibkan dan memotivasi kepada umatnya agar menjadi munusia yang berilmu dengan beberapa sabdanya :  Carilah ilmu mulai dari ayunan sampai ke liang lahat, tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina.  Dari dua hadist tersebut muncul sebuah pertanyaan,  kepada siapakah kita harus belajar dan  bagaimanakah sikap kita ketika belajar ? Mangga masak pohon itulah jawaban filosofis sang guru dalam menuntut lmu sebelum mendidik.  Mangga yang masak pohon rasanya lebih manis di banding dengan mangga yang di karbit. Alam raya telah memberikan pembelajaran  yang teramat indah bagaimana seorang mencari ilmu.  Sebuah pohon membutuhkan waktu tertentu untuk menghasilkan buah-buahan yang rasanya nikmat.  Buah yang matangnya cepat tentu ada rekayasa kimia, kualitas buah dan rasanya tentu tidak senikmat yang alami.

Sesuatu yang instant tidak akan menghasilkan  yang luar biasa. Mangga  yang masak pohon perlu waktu bagi sang pemilik pohon untuk sabar, tlaten, ulet dan sungguh-sungguh dalam merawat mangga  agar rasanya luarbiasa bila di nikmati waktu panen. Mangga masak pohon itulah sang guru yang harus  benar-benar matang dalam ilmu,  emosi dan  spiritual.  Sang guru harus memiliki kualifikasi kematangan kemampuan ilmu seperti matangnya buah mangga yang mateng wit. Kematangan Rasulullah saw  dalam ilmu  dengan didikan malaikat  jibril secara langsung telah menghasilkan Sayyidina Ali bin Abi Thalib sebagai pintunya ilmu karena Ali mendapat pengajaran langsung lewat madrasah Nabawiyah. Alqur’an di turunkan kepada Rasulullah saw  selama 23 tahun walaupun  Allah swt pasti mampu di turunkan sehari saja, Allah swt mempunyai cara agar kalamNya di terima Rasul dan para sahabat-sahabatnya  secara maksimal. Rasulullah saw dan sahabatnya harus rela melawan terik matahari yang panas membara dan dinginnya malam hari di gurun pasir ketika  hijrah dari mekah ke madinah. Proses yang panjang dan berliku-liku itulah menjadikan semuanya matang.

Dalam meniti jalan ilmu pengetahuan banyak ulama-ulama belajar dalam waktu yang lama dan dengan syaikh(guru) yang mumpuni.  Al-Jabar,  Ibn Sina, Al-Biruni, Ibn Khaldun mereka harus belajar dengan susah payah sebelum menjadi ilmuwan dan ulama. Wajar jika Harun Ar-Rasyid penguasa dinasti Abasiyah menyusun kurikulum sendiri dan  di sodorkan sendiri langsung pada syaikh yang mumpuni  ilmunya agar mendidik putranya Al-Amin dan Al-makmun sebagai penerus estafet dinasti Abasiyah. Wal hasil dua putra Harun Al-Rasyid sukses sebagai penerus dinasti Abasiyah, bahwa Al-Makmun membuka ruang bagi cendikiawan dan ilmuwan pada zamannya untuk berlomba-lomba berkarya dengan penelitian, membuat buku dengan iming-iming hadiah yang cukup menggiurkan dari khalifah. Perpustakaan Dinasti Abasiyah sangat maju, masyarakat berduyun-berduyun ke tempat perpustakaan, iklim ilmiyah begitu hidup, sehingga munculah syaikh- syaikh  yang hebat dan di segani karena kealiman dan ketinggian ilmunya. Guru semestinya menguasai Kompetensi sebagai syarat mangga masak pohon yaitu :  Kompetensi  akademik, pedagogik, profesional, kipribadian dan sosial.

Tidak kalah penting setelah guru mempunyai kompetensi juga harus ikhlas memberiikan ilmunya seperti jatuhnya mangga karena masak di pohon. Anak-anak yang di bawah pohon akan menunggu dan  akan merasa senang jikalau ada mangga yang jatuh. Guru yang berkompetensi, ihklas memberikan ilmunya, murid menerima ilmu dengan tawadhu’ di tandai dengan membungkukkan badan ketika mengambil mangga yang jatuh di tanah. Jadilah sinergi yang luar biasa dan kita  yakin  akan muncul generasi emas yang cerdas intelektual, spiritual dan emosianal.

Pembelajaran formal di Indonesia memang sangat panjang mulai dari PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTS, SMA/Aliyah dan Perguruan Tinggi. Dalam proses yang cukup lama tersebut jika peserta didik rajin, tekun, bertanggungjawab maka akan menghasilkan buah yang matang yang siap bersaing dalam kehidupann nyata dalam segala bidang. Semoga menjadi renungan.

 

Ahmad Riyatno, S.Ag.,M.Pd.I

Guru MAN 2 Semarang


Dibaca sebanyak 66 kali

Web Profile Kemenag Jateng


Web Profile Kementrian Agama Provinsi Jawa Tengah merupakan web mandiri yang dibangun dalam rangka untuk memperkenalkan Kementerian Agama Provinsi Jateng terkait dengan tugas, fungsi dan layanan yang diberikan kepada masyarakat.

Adanya web profile ini diharapkan dapat memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Berita Terbaru


MI Negeri 3 Tegal Juara KSM Cabang Matematika Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal - 20 Juni 2019

Farhani : Kontribusi Jawa Tengah Terhadap Kerukunan Umat Beragama Tinggi Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta - 20 Juni 2019

Guru Pekerjaan Yang Sangat Mulia Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen - 20 Juni 2019

Informasi Penting


Undangan Penyerahan SK CPNS Tahap III Subbag Inmas 01 - 14 Juni 2019


Undangan Penyerahan SK CPNS Tahap II Subbag Inmas 01 - 27 Mei 2019

Kontak Info


Alamat Kantor Jl. Sisingamangaraja No.5 Semarang
Telp: 024-8412547 Fax: 024-8315418

Media Sosial