Artikel

Halaman Artikel

Peran Perempuan Islam dalam Mengisi Kemerdekaan

Oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen - 10 Agustus 2018

Kita masih ingat cerita tentang kisah kaum wanita zaman dahulu, zaman jahiliyah?. Waktu itu masyarakat Arab benar-benar amat bodohnya, hingga mereka mengesampingkan kaum wanita, padahal kaum wanita merupakan ibu yang akan melahirkan penerus. Mereka amat malu bila istri mereka yang sedang hamil melahirkan anak perempuan, hal itu dianggap membawa aib bagi keluarga. Setiap anak perempuan yang lahir lantas dibunuh, supaya tidak membikin malu. Dari sini tampak bahwa anak perempuan tidak diberi hak untuk hidup dan berkembang. Sungguh malang nasib anak perempuan waktu itu, apa yang diperbuat oleh masyarakat Arab pada masa itu tak luput dari kecaman Allah Swt. (QS. An Nahl : 58-59)

Pada masa Rasulullah Saw, wanita diberikan hak yang sama dalam pemikiran dan peranan. Khadijah, wanita yang pertama kali masuk Islam adalah seorang janda kaya raya, setelah menjadi isteri Rasulullah ia mempunyai peranan penting, yaitu membantu secara langsung dengan mengorbankan seluruh harta bendanya untuk berjihad, membiayai perjuangan Rasulullah dalam menyiarkan dan menyebarluaskan agama Islam.

Begitu pula dengan isteri Rasulullah yang lain, yaitu Siti Aisyah. Dia merupakan contoh wanita yang memberikan sumbangan pemikiran terhadap kemajuan ilmu pengetahuan Islam. Oleh Rasulullah Saw, Aisyah dijadikan sebagai juru berita dalam banyak hal mengenai agama. Sebab keterangan yang diberikannya selalu dapat diterima dan dapat memuaskan orang banyak.

Di tanah air kita mengenal pahlawan-pahlawan wanita yang dengan gigih berjuang untuk menegakkan kemerdekaan. Sebut saja Nyi Ageng Serang, Cut Nyak Dien yang dengan semangat jihad mereka berjuang mengusir kompeni yang menduduki bumi Nusantara. Walau harus mengorbankan nyawa mereka tetap tak gentar membela dan memperjuangkan kemerdekaan tanah air dan bangsa. Di samping kedua tokoh tersebut, nama Dewi Sartika dan R.A. Kartini tercatat sebagai tokoh wanita yang memperjuangkan hak-hak kaum wanita dalam mengenyam pendidikan.

Hak-hak kaum wanita untuk memperluas pengetahuan dan menduduki bangku sekolah waktu itu tidak mereka dapatkan, terutama bagi penduduk pribumi yang miskin. Cita-cita luhur yang dilakukan dengan perbuatan nyata dalam membebaskan kaum wanita dan memperjuangkan mereka memperoleh hak yang sama dengan kaum pria akhirnya membuahkan hasil. Tetapi juga disertai dengan pengorbanan yang tak kecil. Mereka itu adalah para ibu yang juga merupakan pejuang.

Peran kaum wanita sekarang ini boleh dibilang sejajar dengan kaum pria, tak lagi hanya berkutat pada dapur, sumur dan kasur. Untuk urusan-urusan tertentu seperti urusan sosial kemasyarakatan, kesehatan maupun kemanusiaan bahkan sampai dalam bidang politik dan kenegaraan pun kaum wanita sudah ada yang berkecimpung di dalamnya. Memang, jika kita saksikan kemampuan kaum wanita zaman sekarang sudah lebih berkembang di berbagai bidang.

Dalam Al Qur’an juga dijelaskan, bahwasanya ada tokoh wanita yang mempunyai kemampuan dalam bidang politik dan kenegaraan.

“Sesungguhnya aku dapati seorang perempuan (ratu) yang memerintahi mereka (namanya Bulqis), sedang dia mempunyai segala sesuatu dan tahta kerajaan yang besar”. (QS. An Naml : 23).

Kaum wanita harus mampu mengambil perannya masing-masing dengan ilmu pengetahuan dan kemampuan yang dimilikinya. Apalagi jika perannya itu diwujudkan dalam pengabdian semata-mata karena Allah, bukan karena untuk diakui kedudukannya agar sama dengan kaum pria. Pengabdiannya harus sesuai dengan fitrah, harkat dan martabatnya sebagai wanita, karena Allah Swt telah menggariskan batas-batas bahwa antara pria dan wanita mempunyai kedudukan yang berbeda.

“Hak-hak untuk perempuan seumpama (kewajiban) yang di atas pundaknya, secara ma’ruf dan untuk laki-laki ada kelebihan satu derajat dari perempuan. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. Al Baqarah : 228)

 

Siti Bahiyatul Umam, S.Ag

(Penyuluh Agama Islam Fungsional pada Kankemenag Kab. Kebumen)


Dibaca sebanyak 1040 kali

Web Profile Kemenag Jateng


Web Profile Kementrian Agama Provinsi Jawa Tengah merupakan web mandiri yang dibangun dalam rangka untuk memperkenalkan Kementerian Agama Provinsi Jateng terkait dengan tugas, fungsi dan layanan yang diberikan kepada masyarakat.

Adanya web profile ini diharapkan dapat memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Berita Terbaru


Kankemenag Kab. Pemalang Adakan Seleksi Calon Peserta Asesmen Promosi Kamad Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pemalang - 15 November 2019

Tiga Prinsip Kerja Plt. Kepala Kankemenag Kab. Pemalang Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pemalang - 15 November 2019

Wamenag Hadiri Tahlil & Doa 100 Hari Wafatnya Mbah Moen Subbag Inmas 08 - 15 November 2019

Kontak Info


Alamat Kantor Jl. Sisingamangaraja No.5 Semarang
Telp: 024-8412547 Fax: 024-8315418

Media Sosial