Artikel

Halaman Artikel

Serunya Bercanda Sehat Tanpa Bullying

Oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati - 22 Mei 2018

Bercanda atau bergurau adalah suatu hal yang lumrah dilakukan manusia. Hal ini dilakukan agar nuansa pergaulan kita tidak terkesan monoton dan garing. Perlu adanya gurauan agar kita tersenyum dan tertawa untuk melepaskan berbagai macam kepenatan. Namun terkadang candaan kita melebihi batas wajar sehingga menimbulkan preseden yang buruk bagi sekelilingnya.

Bercanda bukan suatu hal yang dilarang, namun kadar dan takarannya harus benar-benar diukur dan disesuaikan. Di samping itu, candaan dalam konteks yang wajar tidak memiliki dampak buruk bagi seseorang yang dianggap obyek dan tampak harmonis dalam canda yang menyenangkan.

Jika bercanda melampaui batas itu bisa jadi masuk dalam kategori bullying, terlebih jika dalam candaan tersebut melibatkan orang lain sebagai obyek candaan. Fenomena yang terjadi di sekeliling kita pada kenyataannya mengonfirmasi hal itu. Banyak sekali bullying dilakukan terutama pada media sosial yang marak saat ini, misal di group whatsapp (WA).

Pemahaman yang benar terkait bullying layaknya harus benar-benar gencar untuk disosialisasikan. Pasalnya, pemahaman yang salah membuat seseorang merasa tidak benar-benar pernah melakukannya padahal itu sudah ia lakukan dan memiliki dampak destruktif.

Bullying itu terjadi jika seseorang atau sekelompok orang mengganggu atau mengancam keselamatan dan kesehatan seseorang baik secara fisik maupun psikologis, mengancam properti, reputasi atau penerimaan sosial seseorang serta dilakukan secara berulang dan terus menerus. Bentuk-bentuk bullying bisa berupa fisik, contohnya memukul, menjegal, mendorong, meninju, menghancurkan barang orang lain.

Bullying psikologis, contohnya menyebarkan gosip, mengancam, gurauan yang mengolok-olok, secara sengaja mengisolasi seseorang, mendorong orang lain untuk mengasingkan seseorang secara sosial, dan menghancurkan reputasi seseorang. Bullying verbal, contohnya menghina, menyindir, meneriaki dengan kasar, memanggil dengan julukan keluarga, kecacatan, dan ketidakmampuan.

Islam sebagaimana seharusnya adalah agama yang damai, agama yang harmonis dan rasional. Hal ini dibuktikan dengan ayat Alquran terkait larangan merendahkan orang lain.“Wahai orang-orang yang beriman janganlah salah satu kaum dari kalian menghina kaum yang lain, bisa jadi kaum yang dihina lebih baik dari pada yang menghina” (QS. Al-Hujurat [49]: 11)

Logika yang dibangun oleh ayat di atas sangatlah menarik. Merendahkan orang lain dalam bercanda hampir mayoritas karena kelebihan yang dimiliki oleh seseorang dalam beberapa hal. Faktanya manusia adalah makhluk kompleks yang bisa dilihat dari berbagai macam sudut pandang. Bisa jadi orang yang dianggap miskin justru kaya hatinya. Bisa jadi orang yang dianggap jelek justru banyak hartanya. Bisa jadi orang yang aneh justru memiliki IQ yang lebih tinggi. Dan banyak lagi logika-logika yang menegaskan bahwa tidak layak dalam setiap candaan kita mengandung unsur melemahkan orang lain.

Pada akhirnya marilah kita membiasakan diri dengan gaya bercanda sehat yang tidak mengandung unsur saling merendahkan, menghina, atau menyakiti orang lain dan hendaklah kita selalu menjaga etika dalam bergaul dengan sesama. Terdapat sebuah pernyataan menarik terkait hal ini, “Agama Islam seluruhnya adalah akhlak, maka barang siapa yang menghilangkan etikamu, sesungguhnya ia telah menghilangkan agamamu.” Waallaahu a’lam. (Athi’/bd)


Dibaca sebanyak 209 kali

Web Profile Kemenag Jateng


Web Profile Kementrian Agama Provinsi Jawa Tengah merupakan web mandiri yang dibangun dalam rangka untuk memperkenalkan Kementerian Agama Provinsi Jateng terkait dengan tugas, fungsi dan layanan yang diberikan kepada masyarakat.

Adanya web profile ini diharapkan dapat memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Berita Terbaru


Santri Milenial : Santri Anti Hoak Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus - 18 Januari 2019

Tim Pramuka MTs Tauhidiyah Pomahan Gelar Bakti Sosial Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang - 18 Januari 2019

RA Perwanida Peringati Harlah Yang ke-43 Dengan Istighosah dan Berbagai Lomba Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara - 18 Januari 2019

Kontak Info


Alamat Kantor Jl. Sisingamangaraja No.5 Semarang
Telp: 024-8412547 Fax: 024-8315418

Media Sosial