Artikel

Halaman Artikel

Suscati Perlu Silabus Pembelajaran Yang Fleksibel

Oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan - 31 Oktober 2018

Pernikahan adalah ikatan lahir bathin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Untuk mengarungi kehidupan berumahtangga, diperlukan kematangan, baik secara fisik, mental maupun pengetahuan yang cukup. Di sanalah diperlukan adanya bimbingan khusus, yaitu bimbingan yang diberikan kepada calon mempelai, sebagai bekal memasuki kehidupan baru tersebut. Diantara bekal yang ditanamkan adalah nilai-nilai keagamaan dalam berumahtangga, kesiapan mental mengarungi hidup bersama pasangannya, menguasai pengetahuan yang cukup masalah hak-hak dan kewajiban sebagai suami atau sebagai isteri.

Namun dalam perjalanan berumahtangga, banyak persoalan yang timbul dan tak sedikit yang berakhir pada perceraian.Menurut data Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung (Ditjen Badilag MA, sebagaimana dikutip dalam Saputra, 2011), pada2010 ada 285.184 perkara yang berakhir dengan perceraian ke Pengadilan Agama se-Indonesia. Menurut sumber data yang sama, pada tahun 2013 ada 319.066 permohonan cerai (baik cerai gugat dan cerai talak) yang dikabulkan oleh putusan mahkamah syar’iyyah/pengadilan agama di seluruh wilayah Indonesia. Tiga provinsi dengan jumlah kasus cerai terbanyak adalah Jawa Timur, 83.201 peristiwa (26,08 persen), Jawa Tengah, 68.202 peristiwa (21.38 persen). Dengan demikian, di ketiga provinsi tersebut saja, persentase peristiwa cerai mencapai 66,94 persen dari total peristiwa cerai nasional.

Diantara faktor-faktor penyebab perceraian yang diklasifikasikan pengadilan agama adalah faktor moral (poligami tidak sehat, krisis akhlak, cemburu), meninggalkan kewajiban (kawin paksa, ekonomi, tidak ada tanggungjawab), kawin dibawah umur, menyakiti jasmani (kekejaman jasmani, kekejaman mental), dihukum, cacat biologis, dan terus menerus berselisih (politis, gangguan pihak ketiga, tidak ada keharmonisan).

Sebagai bagian dari upaya menekan jumlah angka perceraian di Indonesia, Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kementerian Agama mengeluarkan peraturan Nomor DJ.II/491 Tahun 2009 tentang Kursus Calon Pengantin. Tujuan pelaksanaan suscatin/kursus pranikah tersebut antara lain adalah untuk mewujudkan keluarga sakinah. Yang dimaksud keluarga sakinah dimaksud adalah keluarga yang didasarkan atas perkawinan yang sah, mampu memenuhi hajat spritual dan materiil secara serasi dan seimbang, diliputi suasana kasih sayang antara internal keluarga dan lingkungannya, mampu memahami, mengamalkan dan memperdalam nilai-nilai keimanan, ketaqwaan dan akhlakul karimah.

Suscatin telah direalisasikan pelaksanaannya sebagai tindak lanjut dari peraturan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, meskipun belum maksimal sebagaimana yang diharapkan. Implementasi pelaksanaan suscatin pada Kantor KUA kecamatan di Kabupaten Pekalongan masih jauh dari target waktu yang diharapkan, sehingga terkesan hanya sekedar menjalankan paraturan dengan mengabaikan esensi dari pelaksanaan suscatin tersebut. Peluang pelaksanaan suscatin sesuai dengan peraturan pada dasarnya sangat besar, tergantung dari kemauan yang melaksanakannya.

Kendala-kendala yang muncul adalah: lemahnya penguasaan pembimbing terhadap materi suscatin, terbatasnya tempat, kurangnya minat dan motivasi peserta suscatin, rendahnya pengetahuan peserta suscatin dan kurangnya biaya pelaksanaan kegiatan suscatin. Untuk menekan angka perceraian suscatin sangat perlu untuk diselenggarakan sesuai dengan pedoman dan perlunya ketegasan mengenai kewajiban mengikuti kursus pranikah, dan pelaksanaannya harus terus diupayakan mengatasi kendala yang ada seperti: evaluasi terhadap waktu dan metode suscatin, penyediaan silabus pembelajaran yang fleksibel dan berbasis kompetensi serta penyediaan sarana dan prasarana dengan anggaran yang memadai. Implementasi dari penelitian ini adalah: Praktik suscatin di KUA Kab. Pekalongan harus direkomendasikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama mengenai bentuk dan metode suscatin yang seragam dan sesuai dengan petunjuk. Pelaksanaan suscatin sebaiknya mendapat perhatian yang besar dari pemerintah sebagai wadah pembinaan bagi calon pengantin. Seperti sarana dan prasarana dan biaya pelaksanaan suscatin agar pelaksanaannya lebih optimal.

Kantor Urusan Agama sebagai lembaga pemerintah yang bertugas melakukan pencatatan nikah, punya tanggungjawan moral tersendiri. Tidak sekedar mengakui keabsyahan secara administrasi, tetapi bertanggungjawab agar sang mempelai memiliki bekal yang cukup dalam memasuki gerbang berumahtangga. Dalam Undang Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, ditegaskan bahwa perkawinan merupakan ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa (Pasal 1). Menjadi tugas dan wewenang KUA untuk menjalankan tugas pencatatan atas peristiwa nikah tersebut, dan sekaligus memberikan bimbingan kepada calon mempelai untuk pembekalan berumahtangga.

 

Hufron Ismangil, SH

Pengelola Website/Kehumasan Kankemenag Kab. Pekalongan


Dibaca sebanyak 101 kali

Web Profile Kemenag Jateng


Web Profile Kementrian Agama Provinsi Jawa Tengah merupakan web mandiri yang dibangun dalam rangka untuk memperkenalkan Kementerian Agama Provinsi Jateng terkait dengan tugas, fungsi dan layanan yang diberikan kepada masyarakat.

Adanya web profile ini diharapkan dapat memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Berita Terbaru


Komitmen Kemenag Kota Semarang Terhadap Pendidikan Kespro di Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Semarang - 21 Maret 2019

50 Perwakilan Majelis Taklim Ikuti Talk Show P4GN Kantor Kementerian Agama Kota Tegal - 21 Maret 2019

Rakor Persiapan Pelunasan BPIH di Kemenag Kudus Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus - 21 Maret 2019

Kontak Info


Alamat Kantor Jl. Sisingamangaraja No.5 Semarang
Telp: 024-8412547 Fax: 024-8315418

Media Sosial