Artikel

Halaman Artikel

Tempat Peribadahan Tertinggi Di Pulau Jawa

Oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo - 10 April 2018

Wonosobo – Provinsi Jawa Tengah mempunyai sebuah  kota  kecil  yang  dibalut  dengan nuansa asri yang terkenal akan kekayaan dan panorama alamnya yang mengagumkan, kota kecil tersebut yakni bernama Wonosobo.

Selain memiliki kekayaan alam yang mampu menyedot wisatawan domestik dan mancanegara, Wonosobo juga dikenal sebagai kota yang tingkat toleransi umat beragama dan pluralismenya yang tinggi. Di kota kecil ini, terdapat banyak sekali tempat ibadah umat beragama seperti Masjid, Gereja, vihara, Klenteng bahkan pondok pesantren. Tidak luput juga, Kota Wonosobo juga memiliki Universitas Sains Al- Qur’an satu-satunya di Indonesia yang mampu mencetak Al- Qur’an akbar.

Memilih kota Wonosobo sebagai tempat jalan-jalan ke Jawa Tengah maupun persinggahan sepertinya bukan sebuah kesalahan, namun ketepatan. Pasalnya, selain beberapa nilai unggul diatas, Wonosobo juga mempunyai dataran tertinggi di Jawa Tengah dimana jika berkunjung di waktu-waktu tertentu, pengunjung akan merasakan sensasi musim dingin bagai di Eropa yang mencapai minus 0-10 derajat celcius.

Dataran Tertinggi di Pulau Jawa ini disebut sebagai desa Sembungan.  Ya, salah satu desa yang berada di antara Bukit Sikunir dengan Golden Sunrise terindah yang di akui internasional dan diantara Telaga cebong dan Curug Sikarim.

Jika berkunjung ke Sembungan, bagi pengunjung umat muslim tidak lengkap rasanya jika tidak singgah untuk beribadah di salah satu masjid yang terdapat di Desa tersebut.

Masjid  itu bernama Masjid Baitullah Raudhatul Mutaqim. Dimana peletakan batu pertama untuk pembangunan dan renofasi masjid ini dilakukan pada tahun 1996, yang inpiratornya saat itu merupakan Kepala Desa Sembungan yakni H. Mualif. Beliau lah yang menggagas untuk merenofasi masjid disembungan ini. Selama 11 tahun beliau menggagas dan berjuang baik ide maupun materiil. Sebelumnya Masjid Baitullah aslinya berdiri sejak tahun 1957 yang di prakasai oleh pak kyai H.Ahmad Syukur, tak lain beliau merupakan ayah dari pak Mualif itu sendiri. Kemudian seiring berjalannya waktu, kesadaran bantuan dan support dari warga terbangun dan berbondong-bondong bersama membangun masjid tersebut.

Banyak cerita haru dan perjuangan yang sudah tertoreh untuk membangun dan merenofasi masjid tersebut. Hingga saat ini, Mualif selaku anak dari penggagas sekaligus pemrakasa renovasi Masjid Baitullah berharap, dengan masjid ini massa Sembungan menjadi massa yg madani, yang mengutamakan kesatuan dan persatuan. Lantas mengapa Madani dan Kesatuan? Menurutnya karena basic semenjak dulu massa Sembungan majemuk kepercayaan dan bermacam –macam keyakinan pemeluk agama. Sehingga dengan tujuan tersebut bersama-sama masyarakat yang majemuk keyakinan agar damai saling menghormati sesama pemeluk keyakinan lain.

Namun nyatanya seiring berjalannya waktu hingga saat ini masyarakat Sembungan mutlak beragama Islam. Namun semangat Toleransi dari keberadaan masjid yang di junjung tinggi kesatuan dan kebersamaan itu harus tetap terjaga. Bagaimana pun juga meskipun warga sekitar mutlak sudah beragama islam, banyak wisatawan yang mungkin non muslim.  

Dari perubahan keyakinna yang dipeluk warganya tersebut akhirnya berimbas pada laju perkembangan bangunan yang  kian megah. Hal itu menjadi kekaguman tersendiri, bagaiamna tidak? Masjid yang dulunya diprakasai oleh seorang dengan rentetan cerita haru tersebut, kini berdiri kokoh dan megah. bangunan masjid megah itu ditaksiran dana untuk membangun dan merenofasi mencapai 5 milyard rupiah.

Kombinasi bangunan dari kusen, pintu, jendela dan lantai berbahan dasar material dari kayu jati yang dipadu kesan modern minimalis marmer menjadikan model masjid tersebut terlihat elegan, Indah, mewah dan artistik. Tidak kalah dengan exoticnya bangunan masjid terbesar di Bali yang juga megah dan indah yang berada diantara lokasi Wisata danau Bedugul Bali tersebut.

Bukan Hanya bangunannya saja yang menarik. Keberadaan Masjid megah ini, turut memberikan dampak pemahaman keagamaan sebagai being agama yang nyata. Imbas dari keberadaan masjid ini yakni warga desa Sembungan berbondong-bondong memotori gerakan-gerakan keagamaan seperti pemuda pengaman masyarakat, rebana, nasyid, drum band pemuda sembungan, kelompok kesenian Imo-imo, berbagai macam majlis taklim bapak dan ibu-ibu serta pemuda dll, aktifnya proses belajar di TPQ, madin, kelompok yasin, dan kelompok berjanjen. Dari banyaknya aktivitas itulah yang menjadikan Desa sembungan selalu menjadi desa yang hampir seluruh warganya sibuk akan kegaitan keagamaan di malam hari.

Budaya dan spirit keagamaan yang tinggi di Desa Sembungan ini, kini sudah sampai dirasakan pada kancah perarturan desa dan giat wisata. Karena dalam mengatur dan mengembangkan potensi wisata sudah mengacu pada aturan- aturan yang ada dalam Agama Islam. Namun bukan berarti hal itu menjadikan warga desa Sembungan lupa akan prinsip keberadaan Masjid yakni tetap menjaga kesatuan.

Aturan yang berdasarkan Agama Islam tersebut tidak menjadikan warganya jadi Intoleransi terhadap pemeluk agama lain dan menjadi tertutup akan perubahan zaman dan dunia luar. Mereka tetap menjunjung tinggi kebersamaan dan kesatuan. Bahkan saat ini , banyak dari warga desa Sembungan yang mulai melek akan perubahan dan teknologi terbukti dengan banyaknya pemuda yang menggunakan media tools advertising untuk mengingatkan wisatawan untuk menjalankan Ibadah sholat dan untuk  tidak berbuat maksiat.

Bukti lain yakni ungkapan dari kepolisian Kejajar yang mengungkapkan bahwa dengan aktif kegiatan masyarakat sembungan ini, dirasa sangat membantu dalam tertib dan kondusifnya masyarakat sembungan. Sehingga terjalin kerjasama bahu membahu antara polisi dan warga. Hubungan baik antara kepolisian dan masyarkat sembungan ini diharapkan semakin menguatkan kedamaian  persatuan dan kesatuan di wilayah Sembungan.PS-WS/rf

 


Dibaca sebanyak 193 kali

Web Profile Kemenag Jateng


Web Profile Kementrian Agama Provinsi Jawa Tengah merupakan web mandiri yang dibangun dalam rangka untuk memperkenalkan Kementerian Agama Provinsi Jateng terkait dengan tugas, fungsi dan layanan yang diberikan kepada masyarakat.

Adanya web profile ini diharapkan dapat memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Berita Terbaru


Komitmen Kemenag Kota Semarang Terhadap Pendidikan Kespro di Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Semarang - 21 Maret 2019

50 Perwakilan Majelis Taklim Ikuti Talk Show P4GN Kantor Kementerian Agama Kota Tegal - 21 Maret 2019

Rakor Persiapan Pelunasan BPIH di Kemenag Kudus Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus - 21 Maret 2019

Kontak Info


Alamat Kantor Jl. Sisingamangaraja No.5 Semarang
Telp: 024-8412547 Fax: 024-8315418

Media Sosial