Berita

Halaman Berita

Etika dalam Menjaga Kerukunan Umat Beragama

Oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo - 14 Agustus 2019

* Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo Ihsan Muhadi ketika memberikan materi Moderasi Beragama dalam bingkai Wawasan Kebangsaan menjaga marwah NKRI, didepan Tokoh Agama, tokoh masyarakat, Ketua MUI, Ketua FKUB, Kepala KUA, Penyuluh PNS/Non PN

Sukoharjo – Kerukunan umat beragama menjadi pondasi utama dalam membangun bangsa. Permerintah melalui Kemenag selalu mendorong tumbuhnya moderasi beragama sebagai sarana merajut kerukunan antar umat beragama dan mewujudkannya melalui program-programnya. Bahkan Menag Lukman Hakim Syaifudin menjadikan moderasi beragama sebagai jargon yang selalu digaungkannya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kakankemenag Kabupaten Sukoharjo Ihsan Muhadi, dihadapan 78 peserta kegiatan dialog lintas agama yang melibatkan berbagai kalangan masyarakat dan profesi tingkat Kabupaten Sukoharjo bertempat di Rumah Makan Soto Pak Harto, Selasa(13/08). Kegiatan yang mengambil tema membangun moderasi beragama dan menjaga NKRI tersebut menurut Kasubbag TU Kankemenag Kabupaten Sukoharjo Riv Rozi, digelar dengan tujuan untuk meningkatkan wawasan tentang kerukunan umat beragama bagi kalangan masyarkat sekaligus menyamakan persepsi tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan umat beragama demi keutuhan NKRI.

Ihsan mencatat, setidaknya Kankemenag Sukoharjo telah mengadakan kegiatan serupa sebanyak dua kali, Ia berharap  kedepannya kegiatan seperti itu lebih intensif untuk diadakan sebagai upaya dalam merawat NKRI dan ikut andil dalam membangun bangsa.

Berbicara tentang faham kiri (liberalisme/sekulerisme) dan faham kanan (tekstualisme), Ihsan menghimbau untuk berdiri tegak diantara keduanya sebagai agen moderasi. ia menukil 7 hal yang menjadi hasil kesepakatan ulama sedunia ketika mengadakan diskusi di Bogor terkait upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkan moderasi beragama. Yaitu, tawasuth(berada ditengah-tengah), Tasamuh(Toleransi), Syuro(dialog), Ishlah (memperbaiki), Qudwah(keteladanan), risalah dan muwathonah(wawasan kebangsaan).

Dikatakan pula, menjaga kerukunan sesama umat beragama, antar umat beragama dan antara umat beragama dengan pemerintah harus menggunakan etika, diantaranya, memandang pemeluk agama  lain sebagai ciptaan Tuhan dan saudara sebangsa dan setanah air, memperlakukan dengan niat dan sikap baik penuh penuh kasih sayang dan sikap saling menghormati,  mengembangkan dialog dan kerjasama kemanusiaan untuk kemajuan bangsa, tidak memandang agama lain dari sudut pandangnya sendiri dan tidak mencampuri urusan internal agama lain, menerima dan menghoramati persamaan dan perbedaan masing-masing agama tidak mencampuri wilayah doktrin keyakinan akidah dan praktik peribadatan agama lain, terakhir berkomitment untuk tidak menghalangi penyiaran agama dan penyiaran agama tidak mengganggu kerukunan umat beragama.

”Menjaga kerukunan umat bergama bukan persoalan yang ringan, inilah bagian ikhtiar kita semua menjaga merawat ukhuwah insaniyah, basyariah dalam rangka semata-mata menjaga keutuhan NKRI,” Tandas Ihsan.

Lebih lanjut Ihsan berpesan agar penyluh agam pns/non pns bersama-sama saling bersinergi dalam mengadakan program-program kemanusiaan, membuat forum-forum dan menjaga kebersamaan,” Peran penyuluh di tingkat desa sangat penting dan diperlukan sebagai penyambung lidah program-program kementerian agama kepada masyarakat,” pungkasnya.

Senada dengan Hal tersebut 4 nara sumber lainnya yakni, Sumardi dari kodim 0726, Teguh Santoso dari Polres Sukoharjo, Afif Mundzir dari Kemenag Kanwil Provinsi Jawa Tengah dan Zainul Abas kertua FKUB Kabupaten Sukoharjo, juga mengedepankan moderasi beragama dan selalu mewaspadai timbulnya benih-benih radikalisme, ekstrimisme dan terorisme ditengah-tengah masyarakat, khususnya di keluarganya masing-masing. Karena dengan adanya konflik alih-alih membangun bangsa, energi bangsa justru akan habis tersedot untuk mengatasi konflik tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasi dan  Penyelenggara di lingkungan Kankemenag Sukoharjo, Kepala KUA Kecamatan se-Kabupaten Sukoharjo, Ketua MUI Kabupaten Sukoharjo beserta jajarannya, Ketua  FKUB Kabupaten Sukoharjo beserta jajarnnya, Pengawas madrasah, Pengawas Pendidikan Agama Islam,   Pengawas Pendidikan Agama Kristen, Penyuluh Agama PNS dan non PNS.(djp/rf)


Dibaca sebanyak 21 kali

Web Profile Kemenag Jateng


Web Profile Kementrian Agama Provinsi Jawa Tengah merupakan web mandiri yang dibangun dalam rangka untuk memperkenalkan Kementerian Agama Provinsi Jateng terkait dengan tugas, fungsi dan layanan yang diberikan kepada masyarakat.

Adanya web profile ini diharapkan dapat memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Berita Terbaru


Upacara HUT RI ke-74, Kakankemenag Pati Paparkan Kriteria SDM Unggul Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati - 17 Agustus 2019


Fajar Energi Baru Kemenag Jateng Subbag Inmas 08 - 16 Agustus 2019

Kontak Info


Alamat Kantor Jl. Sisingamangaraja No.5 Semarang
Telp: 024-8412547 Fax: 024-8315418

Media Sosial