Berita

Halaman Berita

Habib : Pemahaman dan Teladan Moderasi Beragama Diawali dari Aparat, Toga dan Tomas

Oleh Kantor Kementerian Agama Kota Semarang - 11 April 2019

* Kakankemenag Kota Semarang Muh Habib memberikan materi pada kegiatan Dialog Lintas Agama tingkat Kecamatan Tembalang Kota Semarang, Rabu (10/04) di Hotel Saraswati Jl. Singosari Kota Semarang.

Semarang - Dewasa ini oleh beberapa masyarakat agama mengalami pergeseran makna. Agama yang sejatinya hadir untuk menjaga harkat dan martabat kemanusiaan justru disalahgunakan untuk merendahkan sesama manusia. Yang saat ini terjadi di banyak belahan dunia, tidak hanya melontarkan ucapan yang bertolak belakang dengan ajaran agama tetapi diwujudkan dalam bentuk kekerasan atas nama agama serta merendahkan bahkan meniadakan eksistensi sesama manusia.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang Muh Habib pada kegiatan bertajuk Dialog Lintas Agama, Rabu (10/04) di Hotel Saraswati Semarang.

“Saat ini tantangan kebangsaan kita mengalami kompleksitas problem. Terorisme, konflik politik, ancaman ideologi transnasional dan radikalisme agama adalah beberapa problem mutakhir yang kerap menguji rasa kebangsaan kita,” papar Habib.

Sementara di sisi lain dirinya menyoroti kebebasan informasi khususnya di media sosial menyebabkan semua ideologi memiliki cukup ruang untuk tumbuh dan berkembang. Saat ini suara-suara yang berusaha menafikan eksistensi kita sebagai sebuah bangsa dan negara muncul dengan lebih terbuka.

Dengan berbagai kondisi tersebut, Kakankemenag menegaskan pentingnya moderasi beragama yang merupakan salah satu program prioritas Kementerian Agama dipahami dan dilaksanakan semua pihak.

“Dengan moderasi beragama, cara beragama akan berorientasi pada aktualisasi dari pemahaman agama di jalur yang moderat, yaitu mencari jalan tengah. Tidak berlebihan dan tidak ekstrim,” Habib menegaskan.

Masing-masing pemeluk agama tidak boleh bersikap ekstrim dengan sudut pandangnya baik itu ekstrim kanan maupun ekstrim kiri.

“Tetapi bukan berarti berkompromi dengan pokok-pokok ajaran agama yang kita yakini demi bersikap toleran dengan pemilik agama lain,” tambahnya.

Dalam konteks kehidupan masyarakat yang plural dan multikultural di Indonesia moderasi beragama harus dipahami sebagai komitmen bersama untuk menjaga keseimbangan yang paripurna atau dengan kata lain moderasi sangat erat kaitannya dengan toleransi.

Oleh karenanya Kakankemenag berharap kegiatan yang diikuti berbagai kalangan dan profesi lintas agama se-Kecamatan Tembalang meliputi aparat pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, generasi muda, guru dan penyuluh ini menjadi garda terdepan untuk menjaga dan mengembangkan prinsip moderasi dalam beragama.

“Pemahaman moderasi beragama diawali dari kita sebagai aparat, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk kemudian kita sampaikan dan pahamkan kepada masyarakat melalui teladan, sikap, ucapan dan perilaku,” pungkasnya.(ch/bd)


Dibaca sebanyak 54 kali

Web Profile Kemenag Jateng


Web Profile Kementrian Agama Provinsi Jawa Tengah merupakan web mandiri yang dibangun dalam rangka untuk memperkenalkan Kementerian Agama Provinsi Jateng terkait dengan tugas, fungsi dan layanan yang diberikan kepada masyarakat.

Adanya web profile ini diharapkan dapat memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Berita Terbaru


Upacara HUT RI ke-74, Kakankemenag Pati Paparkan Kriteria SDM Unggul Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati - 17 Agustus 2019


Fajar Energi Baru Kemenag Jateng Subbag Inmas 08 - 16 Agustus 2019

Kontak Info


Alamat Kantor Jl. Sisingamangaraja No.5 Semarang
Telp: 024-8412547 Fax: 024-8315418

Media Sosial