Berita

Halaman Berita

Hadiri Pencanangan Desa Sadar Kerukunan, KaKankemenag Pati Berharap Pluralisme dan Toleransi Bisa Berdampingan

Oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati - 09 September 2019

* KaKankemenag Pati bersama FKUB dampingi Bupati pada Penandatanganan Prasasti Pencanangan Desa Sadar Kerukunan di Desa Giling Kec. Gunungwungkal.

Pati - Kepala Kantor Kemenag Pati menghadiri Pencanangan desa sadar kerukunan di Kecamatan Gunungwungkal diadakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pati pada Sabtu pagi (7/9/2019).

Acara pencanangan tersebut dilaksanakan di Balai Desa Giling, dihadiri pula oleh Bupati Pati, Forkopimcam Gunung Wungkal, dan para Kepala Desa se-Kecamatan Gunungwungkal, DPRD, Ketua FKUB Pati Ahmad Khoiron hingga tokoh-tokoh agama beserta seniman berjumlah sekitar 250 orang.

Ketua FKUB Kabupaten Pati Ahmad Khoiron, menyampaikan bahwa FKUB akan menyeleksi desa-desa mana saja yang mempunyai kerukunan baik agar nantinya tercipta desa yang sadar akan kerukunan beragama. Hal ini guna mewujudkan agenda perencanaan desa dan kerukunan kedepannya. Seleksi di setiap desa di daerah Gunungwungkal ini diawali dengan standar pilihan seluruh umat beragama kabupaten Pati untuk selanjutnya berada di Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Pati selaku penanggung jawab keseluruhan.

“Semua pembiayaan untuk kegiatan pencanangan Desa Giling ini dibiayai oleh Dipa Kementerian Agama Kabupaten Pati secara keseluruhan dibawah tanggung jawab Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pati” tutup Ketua FKUB. Saat ini mayoritas maupun minoritas bukan sebagai jaminan akan kerukunan, namun harus ada keragaman yang bisa menjembatani perbedaan dengan toleransi.

Kepala Desa Giling, Sunarsih menjelaskan, masyarakat Desa Giling yang berjumlah 3.750 jiwa bisa menjaga kerukunan di tengah keberagaman. “Mayoritas penduduk beragama Islam. Ada Buddha, Kristen, dan aliran kepercayaan. Rumah ibadah ada 24. Terdiri atas 19 Masjid/Mushola, 4 Vihara dan Cetiya, dan 1 Gereja. Kehidupan masyarakat Giling relatif aman, kerukunan terjaga, permasalahan yang terjadi bisa selalu diselesaikan dengan musyawarah dan kekeluargaan. Pelanggaran hukum hampir tidak ada,” paparnya.

Bupati Pati, Haryanto, dalam sambutannya menjelaskan bahwa banyak masyarakat yang mudah terkontaminasi dan terprovokasi oleh permasalahan, terlebih melalui media sosial, mulai dari berita bohong atau hoax. Hal inilah yang memicu pecah belah antara masayarakat satu dengan yang lain karena mudahnya dipengaruhi oleh oknum-oknum tertentu yang menebar kebencian.

“Adanya perbedaan bukan menjadi penghalang kesatuan bangsa ini. Dengan adanya perbedaan, masyarakat akan dapat selalu belajar rasa saling menghargai antar sesama, sehingga membuat banyak keragaman baru yang bisa diambil manfaatnya. Menebar kebaikan dan toleransi tentunya lebih indah dan tentram dibandingkan menebar kebencian” tuturnya.

Sunarsih yang merupakan Kades Desa Giling yang beragama Budha. Hal ini tentu saja sangat patut dipuji bagaimana masyarakat yang mayoritas muslim bisa menerima dan dengan rukun dipimpin oleh orang dari kelompok minoritas. “Ini bukti bahwa dengan kepemimpinan Bu Kades yang berlatar belakang minoritas, aspirasi masyarakat bisa terwadahi. Bukti bahwa ia bisa memberi pelayanan terbaik, tidak membeda-bedakan,” ujar Bupati.

Dalam hal kepemimpinan, menurut Bupati, Indonesia seharusnya tidak mempermasalahkan dari kelompok mana pemimpin itu. “Mayoritas kalau tidak bisa jadi panutan dan tuntunan, pasti akan ditinggal masyarakat. Sebaliknya, kalau minoritas bisa menjadi pelindung masyarakat, sudah tentu tidak akan ditinggalkan,” tegas Bupati Pati.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Pati Imron Rosyidi dalam sambutannya menjelaskan, Pemerintah Pusat melalui Kemenag mempercayakan FKUB untuk melaksanakan kegiatan pencanangan Desa Sadar Kerukunan agar bisa dinikmati dan dirasakan kemaslahatannya oleh masyarakat Pati. Yaitu di mana pluralisme dan toleransi bisa berdampingan dengan baik.

Imron mengatakan program desa sadar kerukunan umat beragama merupakan salah satu program unggulan yang bertujuan melestarikan pengembangan kerukunan umat beragama.

“Kita di lahirkan pada rahim yang berbeda, pada letak geografis yang berbeda dan pada lingkungan masyarakat dan sosial yang berbeda pula, maka mari kita rangkai perbedaan ini menjadi sesuatu yang saling melengkapi”, kata Imron.

Acara di meriahkan dengan penampilan seni dan budaya lokal seperti tari Gambyong, paduan suara 3 agama (Islam, Kristen dan Buddha) dan Rebana Desa Giling Kec. Gunungwungkal. (Am/qq)


Dibaca sebanyak 31 kali

Web Profile Kemenag Jateng


Web Profile Kementrian Agama Provinsi Jawa Tengah merupakan web mandiri yang dibangun dalam rangka untuk memperkenalkan Kementerian Agama Provinsi Jateng terkait dengan tugas, fungsi dan layanan yang diberikan kepada masyarakat.

Adanya web profile ini diharapkan dapat memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Berita Terbaru


Pembukaan Pospeda VIII Tahun 2019 Sukses dan Meriah Subbag Inmas 07 - 13 September 2019


Banyak Prestasi Yang Di Capai Kemenag Jawa Tengah Subbag Inmas 02 - 13 September 2019

Informasi Penting


Materi Workshop SDM Hukum 23082019 Administrator - 29 Agustus 2019



Kontak Info


Alamat Kantor Jl. Sisingamangaraja No.5 Semarang
Telp: 024-8412547 Fax: 024-8315418

Media Sosial