Berita

Halaman Berita

Kemenag Wonogiri Ikut Bentengi Siswa SMA/SMK dari Paham Radikal

Oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri - 13 Februari 2020

* Pranata Humas Ahli Madya Kankemenag Wonogiri, H. Mursidi, ketika menjadi narasumber kegiatan penguatan dan pemahaman nilai-nilai pancasila bagi siswa SMA dan SMK di Kabupaten Wonogiri.

Wonogiri - Berkembangnya paham radikal belakangan ini membuat kekhawatiran tersendiri bagi seluruh masyarakat, tidak terkecuali Kementerian Agama sebagai institusi yang memiliki misi menjaga kerukunan umat beragama dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kementerian Agama secara konsisten terus-menerus berupaya menekan dan menangkal berkembangnya pemikiran yang mengarah kepada paham radikal atau intoleran. Salah satunya dengan menggencarkan upaya internalisasi nilai-nilai Islam rahmatan lil a’alami melalui berbagai penyuluhan kepada umat.

Adapun ciri dari paham radikalisme adalah intoleran, fanatik, eksklusif, dan revolusioner. Untuk itu pemahaman radikalisme perlu disosialisasikan kepada masyarakat tidak mudah larut ikut-ikutan mengikuti paham yang menyesatkan dan tetap bersikukuh dengan ideologi Pancasila sebagai upaya untuk tetap menyelamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tersebut di ungkapkan Pranata Humas Ahli Madya Kankemenag Wonogiri, H. Mursidi, ketika menjadi narasumber kegiatan penguatan dan pemahaman nilai-nilai pancasila bagi siswa SMA dan SMK di Kabupaten Wonogiri, yang di selenggarakan Kantor Kesbangpol, Selasa (11/02), di Wisma Giri Wonogiri dan diikuti para pengurus OSIS SMA dan SMK di wilayah Wonogiri.

Di hadapan para pelajar, Mursidi menyampaikan bahwa, "Ada 6 agama di Indonesia, semua harus hidup berdampingan dengan rukun, damai dan saling menghormati. Peran kita sebagai pemeluk agama terbesar di Indonesia harus memberi rasa aman dan mengayomi terhadap lainnya," ucap Mursidi.

Lebih lanjut, beliau mengatakan kepada peserta kegiatan agar berhati-hati terhadap penyusup dalam paham keagamaan yang ada di Indonesia, seperti aliran yang mengajarkan kekerasan dan radikal. Karena hal itu tidak sesuai dengan ajaran semua agama di Indonesia. Paham-paham yang beraliran keras dan radikal harus diantisipasi lebih dini, dengan menanamkan beragama secara toleran dan moderasi beragama, saling menghormati dan toleransi dengan pemeluk agama lain sehingga membawa kesejukan dan kedamaian bagi umat manusia.

“Kepada adik-adik pengurus OSIS, di tanganmulah masa depan negara ini. Untuk itu bentengi diri dari arus globalisasi serta tingkatkan pengamalan beragama untuk menangkal paham radikal, bangun keimanan, ketaqwaan, berakhlaq mulia, bina persaudaraan, toleransi beragama dan jaga kesatuan bangsa,” harap Mursidi.

Karena untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang maju dan makmur, tidak hanya dibutuhkan generasi atau masyarakat yang cerdas dan kreatif saja, tetapi juga berakhlakul karimah dan mampu menjadi rahmat bagi semesta. (mursid_heri/Sua)

 


Dibaca sebanyak 21 kali

Web Profile Kemenag Jateng


Web Profile Kementrian Agama Provinsi Jawa Tengah merupakan web mandiri yang dibangun dalam rangka untuk memperkenalkan Kementerian Agama Provinsi Jateng terkait dengan tugas, fungsi dan layanan yang diberikan kepada masyarakat.

Adanya web profile ini diharapkan dapat memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Berita Terbaru


Ihsan Muhadi Ingin Pengelola RA/BA Mengamalkan Lima Budaya Kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo - 28 Februari 2020

Penyerahan SK Mutasi ASN di lingkungan Kemenag Kab. Brebes Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes - 28 Februari 2020

Kemenag Pati Serahkan Zakat Profesi ASN ke Baznas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati - 28 Februari 2020

Kontak Info


Alamat Kantor Jl. Sisingamangaraja No.5 Semarang
Telp: 024-8412547 Fax: 024-8315418

Media Sosial