Berita

Halaman Berita

KUA Kec. Jumantono Gelar Sosialisasi UU Perkawinan

Oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar - 25 Juni 2019

* Sosialisasi UU Perkawinan di KUA Kec. Jumantono.

Karanganyar - Kantor Urusan Agama Kecamatan Jumantono Kabupaten Karanganyar melaksanakan sosialisasi UU Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 kepada para tokoh agama dan masyarakat. Kegiatan yang mengambil tempat di Aula KUA Kec. Jumantono ini berlangsung pada Selasa (25/6). Bertindak sebagai narasumber adalah Sri Lestari, Penyuluh PAI PNS Kec. Jumantono.

Sri Lestari mengawali penyampaiannya dengan mengungkap sejarah kelahiran Undang-undang perkawinan ini. Sri Lestari juga menyatakan bahwa keinginan umat Islam Indonesia memiliki undang-undang yang secara khusus mengatur masalah perkawinan merupakan sesuatu yang realistis.

“Islam memiliki populasinya yang sangat besar, Islam juga memiliki konsep hukum perkawinan yang sangat jelas dan rinci yang pelaksanaannya memerlukan legalitas formal pemerintah berupa Undang-undang. Hukum perkawinan tertulis tersebut baru terwujud pada awal tahun 1974, dengan terbitnya UU No. 1/1974 tentang Perkawinan yang disetujui oleh DPR setelah melalui perjuangan panjang yang tidak mengenal lelah,” papar Sri Lestari.

Lebih lanjut lagi, Sri Lestari menjelaskan bahwa UU No. 1 tahun 1974, mulai berlaku pelaksanaannya dengan dikeluarkannya PP No.9 tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 Tentang Perkawinan, ditetapkan tanggal 1 April 1975 dan berlaku mulai tanggal 1 oktober 1975. Sri Lestari juga menjelaskan bahwa meskipun UU No. 1/1974 memasuki usia 45 tahun, harus diakui terdapat hal-hal yang memerlukan perhatian di masa yang akan datang, seperti: nikah sirri, poligami liar, nikah beda agama, nikah di bawah umur. Petugas KUA mempunyai peran yang penting untuk menjamin efektifitas pelaksanaan UU N0. 1 Tahun 1974 ini.

Pada kesempatan itu Sri Lestari juga menjelaskan bahwa di antara prinsip - prinsip UU N0. 1 tahun 1974 adalah menjelaskan tujuan perkawinan.

“Tujuan Perkawinan adalah membentuk keluarga yang bahagia dan kekal. Bahwa suatu perkawinan adalah sah bilamana dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu; dan tiap-tiap perkawinan harus dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku,” jelasnya.

Sri Lestari juga menyampaikan prinsip dalam undang-undang ini menganut asas monogami. “Hanya apabila dikehendaki oleh yang bersangkutan, karena hukum dan agama yang bersangkutan mengizinkannya, seorang suami dapat beristri lebih dari seorang. Prinsip selanjutnya adalah bahwa calon suami istri itu harus telah matang jiwa raganya. Dan batas umur kawin baik pria maupun wanita ialah berumur 21 tahun. Bagi yang belum berumur 21 tahun harus ada izin dari orang tuanya dan sudah berumur 19 tahun bagi pria dan 16 tahun bagi wanita,” papar Sri Lestari.(Ida-hd/Sua).


Dibaca sebanyak 4 kali

Web Profile Kemenag Jateng


Web Profile Kementrian Agama Provinsi Jawa Tengah merupakan web mandiri yang dibangun dalam rangka untuk memperkenalkan Kementerian Agama Provinsi Jateng terkait dengan tugas, fungsi dan layanan yang diberikan kepada masyarakat.

Adanya web profile ini diharapkan dapat memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Berita Terbaru


353 Peserta Ikuti MTQ Pelajar & Umum Tingkat Kabupaten Pekalongan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan - 27 Juli 2019

9 Rombongan JCH Kota Tegal Serahkan Koper Haji Kantor Kementerian Agama Kota Tegal - 16 Juli 2019

324 Siswa Baru MTsN Kota Tegal Antusias Ikuti Matsama Kantor Kementerian Agama Kota Tegal - 16 Juli 2019

Kontak Info


Alamat Kantor Jl. Sisingamangaraja No.5 Semarang
Telp: 024-8412547 Fax: 024-8315418

Media Sosial