Berita

Halaman Berita

Rakor Pokjawas PAI jateng, Mantapkan Kemenag Majeng

Oleh Kantor Kementerian Agama Kota Semarang - 30 Juli 2020

* Sambutan, Pengarahan dan Pembukaan Rakor Pokjawas PAI jateng oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah (H. Mustain Ahmad), penuh enerjik dan melayani walau masih dalam perjalanan.


Semarang – Dalam upaya menggerakan semua komponen di Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, menuju kemajuan yang signifikan, Kakanwil Kemenag  Provinsi Jawa Tengah mengembangkan slogan yang sangat bermakna yakni “Kemenag Jateng Majeng”. Slogan ini sebagai bentuk singkronisasi dengan slogan yang dikembangkan oleh Gubernur Jawa Tengah “Jateng Gayeng”. Hal ini disampaikan oleh Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah (Mustain Ahmad) dalam Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) PAI Provinsi Jawa Tengah pada hari Rabu (29/7) di dalam zoom meeting.  Menurut beliau Majeng memilki beberapa arti, “pertama majeng artinya maju, terus bertambah dan bertambah. Kinerja sebagai ASN terus maju dan kinerjanya menuju peningkatan. Jangan sama apalagi malah berkurang. Kedua majeng  berarti inovasi, melakukan terobosan-kreativitas dalam kehidupannya. Mereka yang melakukan inovasi akan memiliki peran dalam kinerjanya. Ketiga majeng memiliki makna siap bersaing. Para pengawas PAI turun gelanggang mengembangkan keunggulan-keunggulan yang bisa diterapkannya”, tekannya.

Majeng menurut Kakanwil termuda ini juga merupakan singkatan yaitu “Moderat, Akuntable, Jernih dan Ngayomi”. Moderat maknanya berada di tengah, tidak kekiri-kirian maupun kekanan-kananan. Sehingga pendidikan agama memunculkan kesejukan, markhamah dan bersifat solutif, sesuai dengan fungsi agama. Oleh karenanya GPAI dituntut mampu menjaga kebhinekaan dan memfungsikan agama sebagai rahmah dalam kehidupan. Akuntable yakni  tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan. Kementerian Agama sejak 2016, 2017, 2018, 2019 telah memperoleh prestasi WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK. Predikat  ini merupakan peringkat tertinggi dalam ukuran kinerja bagi lembaga. Jernih yaitu bersih, tidak kotor, transparan. Para pegawai di Kementerian agama dituntut tidak boleh salah, senantiasa menjaga kesalihan, tidak KKN, tidak melanggar moral maupun asusila. Ngayomi, menciptakan situasi kerja yang nyaman, sinergi, kolaboratif. “Para Pengawas PAI dituntut mampu memberikan pembinaan kepada para GPAI secara terus menerus, sab ar, bijak dan memberi keteladanan, sebagaimana yang disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tutwuri Handayani”, tambahnya.

Rakor yang diikuti oleh 182 peserta tersebut bertugas sebagai host (Didit Ariyanto) koordinator acara (Inung-Siti Nur Hidayati), tilawah (M Mukhlas), moderator (Amin Nurbaedi) dan doa (H Abdullah Afandi) serta penyelaras (Wahid Hasyim).  Sebagaimana dalam laporan Ketua Pokjawas PAI (Amir Mahmud) bahwa tujuan kegiatan ini adalah memapankan para pengawas PAI dalam melakukan tugas pengawasan di era normal baru. Hal ini sebagai tindaklanjut dari munculnya Juknis Pembelajaran PAI di sekolah di era new normal dari Dirjen Pendidikan Islam No. 3451/2020 tertanggal 24 Juni 2020.
Hadir dalam kesempatan tersebut Plt. Kasi Paud TK (H. Moch. Moeizzudin), Kabid PAIS Kanwil Kementerian Agama Prov. Jawa Tengah (H. Imam Bukhori) dan Ketua Pokjawasnas PAI (Moh Amin) sekaligus memberikan pengarahan . Dimana Imam Bukhori selaku Kabid PAIS mengharapkan para pengawas PAI di Jawa Tengah agar berorientasi pada Renstra Kementerian Agama  yang Soleh-Moderat dan Cerdas dan Beliau juga memberi motivasi kepada para pengawas PAI di Jawa Tengah untuk terus meningkatkan prestasi kinerjanya sampai puncak sebagaimana yang sudah dilakukan oleh Amir Mahmud, Prio dan Yuni yang sedang proses IV D, tekannya.

Dalam melakukan pengawasan bagi pengawas PAI di era normal baru ini dijelaskan oleh Pemateri 1 (Moh. Amin yang juga Ketua Pokjawasnas) bahwa para Pengawas PAI harus tetap mematuhi SKB 4 Menteri dan Juknis Dirjend Pendis No 3451/2020 yang mana pelaksanaan tersebut membutuhkan berbagai adaptasi baik KD esensial, materi esensial, proses pembelajaran daring, sarana-prasarana yang dibutuhkan dan dukungan orang tua.  “Namun para pengawas PAI juga harus tetap mengacu pada standar pengawasan sehingga mutu kinerja GPAI dalam memberikan layanan secara maksimal, menyenangkan, adaptif, dan kreatif serta tidak membebani,” tambahnya. 

Selanjutnya pada Pemateri 2 (HM Faojin) yang juga sebagai Wasek Pokjawasnas dan Wakil Ketua Pokjawas Prov. Jateng,  lebih menekankan pada penyiapan instrument pengawasan PAI di era new normal. Dimana instrumen yang dikembangkan bersifat adaptif yang disesuaikan dengan data guru PAI, siswa muslim, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan, dan  penilaian. Adaptasi instrument ini juga didasarkan pada hasil supervisi pengawasan PAI awal pandemi covid-19 pada akhir tahun kemarin.  “Para pengawas PAI masih bisa melakukan adaptasi instrument yang disesuaikan dengan kebutuhan dan program yang dikembangkan oleh masing-masing pengawas, imbuhnya. 

Insya Allah akan segera dishare oleh Pokjawasnas terkait instrument pengawasan manajerial bagi pengawas PAI di era normal baru dan sekaligus finalisasi Simpinter yang sudah ditunggu oleh para pengawas PAI, smoga. (faojin/bd)


Dibaca sebanyak 90 kali

Web Profile Kemenag Jateng


Web Profile Kementrian Agama Provinsi Jawa Tengah merupakan web mandiri yang dibangun dalam rangka untuk memperkenalkan Kementerian Agama Provinsi Jateng terkait dengan tugas, fungsi dan layanan yang diberikan kepada masyarakat.

Adanya web profile ini diharapkan dapat memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Berita Terbaru


Kemenag Siapkan Regulasi Umrah di Masa Pandemi Subbag Inmas 04 - 24 September 2020

Bupati Purbalingga Serahkan Hak Pakai Gedung eks Pengadilan Agama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga - 24 September 2020

Maksimalkan Keikutsertaan KSM Online Nasional Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang - 24 September 2020

Kontak Info


Alamat Kantor Jl. Sisingamangaraja No.5 Semarang
Telp: 024-8412547 Fax: 024-8315418

Media Sosial