Berita

Halaman Berita

Tanamkan Cinta Tanah Air Kepada Generasi Muda

Oleh Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta - 06 September 2019

* Wayangan, dalam rangka Peringatan 1 Muharam di kecamatan Jebres, Surakarta. (6/9)

Surakarta - Peringatan 1 Muharram 1441 H/2019 M di Kota Surakarta semakin semarak. Setelah PHBI Kota Surakarta menggelar peringatan di Pendapi Ageng Balaikota Surakarta beberapa waktu yang lalu, disusul kemudian oleh lima  kecamatan yang ada di Kota Surakarta. Kali ini, giliran Kecamatan Jebres menggelar peringatan tahun baru itu di  Pendopo Praja Waskitha, Jum’at (6/9) kemarin.

Ketua panitia, yang juga Ketua Penyuluh Agama Islam non PNS di Jebres, Sodiqul Amin dalam sambutannya mengatakan bahwa tema Cinta Tanah Air Sebagian dari Iman , dengan Tahun Baru Hijriah Kita Tingkatkan Persaudaraaan. “Tema ini kita ambil karena kita melihat ada peristiwa di Papua dan juga di (daerah) lain, maka ini yang menjadikan motivasi kami agar persaudaraan ini harus kita luncurkan, harus kita tingkatkan,” terang penyuluh yang akrab disapa Sodiq itu.

Kemudian dalam memperingati tahun baru islam tersebut, terang Sodiq, segmen yang diambil adalah segmen pemuda, dari KPI jalur anak.  “Karena mereka-mereka  itu nanti yang akan menggantikan estafet daripada kita semua para orang tua,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Sodiq, penanaman daripada nilai-nilai cinta tanah air ini perlu kita tanamkan kepada generasi muda agar ketika memegang estafet kepemimpinan mendatang rasa kompak dan  persaudaraan ini bisa menjadi acuan.

Mewakili Walikota Surakarta, Staf ahli Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Tamso, dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan pengajian ini kita bisa menjaga kebersamaan  dan  kebhinekaan kita supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Sesama anak bangsa ini harus tetap bersatu.  Kalau negara kita ngin tetap tegak berdiri sehingga semboyan kita NKRI harga mati  Itu memang harus benar-benar kita jaga,” terangnya.

Tamso juga prihatin terhadap kejadian akhir-akhir ini yang menurutnya ada upaya-upaya baik dari  dalam maupun luar negeri untuk memecah belah persatuan  indonesia . “Kejadian-kejadian akhir-akhir ini harus kita waspadai. Kejadiannya di Surabaya. Tapi,  kenapa di Papua yang ingin merdeka. Itu bisa dimaknai bahwa gerakan itu tidak terlepas antara yang satu dengan yang lain,” ungkapnya.

Padahal, lanjut Tamso, penyebabnya hanya permasalahan-permasalahan kecil, tapi bisa menjadi besar dan ujungnya ingin  merdeka. “Itu artinya ada pihak-pihak yang memprovokasi  dan memberikan kesempatan untuk wilayah tersebut  merdeka,” bebernya.

Oleh karena itu, Tamso mengingatkan  bahwa ini merupakan tanggungjawab bersama untuk menjaga kedaulatan negara Kesatuan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945  harus tetap utuh.

Sementara itu, Ustaz Sunaryo dalam tausiahnya menggunakan peraga wayang kulit ,mengingatkan kepada  para jamaah, khususnya pemuda-pemudinya agar dalam hidup ini harus menjalankan agamanya, ilmu, budaya dan berkesenian. “Dengan agama hidup akan tentram didunia dan akhirat, dengan ilmu hidup akan lebih maju, dengan budaya dan seni hidup tidak menjadi kaku,” pungkasnya. (Soleh-an/bd)


Dibaca sebanyak 10 kali

Web Profile Kemenag Jateng


Web Profile Kementrian Agama Provinsi Jawa Tengah merupakan web mandiri yang dibangun dalam rangka untuk memperkenalkan Kementerian Agama Provinsi Jateng terkait dengan tugas, fungsi dan layanan yang diberikan kepada masyarakat.

Adanya web profile ini diharapkan dapat memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Berita Terbaru


Pembukaan Pospeda VIII Tahun 2019 Sukses dan Meriah Subbag Inmas 07 - 13 September 2019


Banyak Prestasi Yang Di Capai Kemenag Jawa Tengah Subbag Inmas 02 - 13 September 2019

Informasi Penting


Materi Workshop SDM Hukum 23082019 Administrator - 29 Agustus 2019



Kontak Info


Alamat Kantor Jl. Sisingamangaraja No.5 Semarang
Telp: 024-8412547 Fax: 024-8315418

Media Sosial