Berita

Halaman Berita

Tuntutan di Era Disrupsi Guru Harus Lebih Pintar

Oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga - 08 Oktober 2019

* Kepala Kankemenag Kabupaten Purbalingga, Karsono melakukan pembinaan kepada lebih dari 200 guru RA/BA/TA-MI wilayah Kecamatan Kemangkon.

Purbalingga - Ada 5 syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi guru di era disrupsi saat ini. Yaitu guru harus pintar, pintar, pintar, pintar dan pintar. Hal tersebut dikemukakan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Karsono pada kegiatan Pembinaan Guru RA/BA/TA dan MI Kecamatan Kemangkon baru-baru ini.

Pada kegiatan yang dihadiri Kasi Pendidikan Madrasah, Analis Kepegawaian dan Pengawas Madrasah tersebut Karsono meminta agar para guru mau terus-menerus belajar karena kepintaran guru sangat dibutuhkan para siswanya.

"Di era disrupsi yang serba cepat ini guru jangan pernah bosan untuk belajar. Guru harus berusaha menguasai teknologi informasi karena siswa saat ini sudah terbiasa menggunakan gadget," pintanya.

Selain pintar, cerdas dan berpola pikir maju guru juga dituntut untuk memiliki dan mengembangkan karakter yang mulia.

“Guru madrasah berada di bawah naungan Kementerian Agama, sebuah kementerian dengan Satuan Kerja (Satker) terbesar dari seluruh kementerian yang ada. Maka wajar ketika karakter guru tidak sesuai masyarakat akan menyorotinya melebihi guru di bawah naungan kementerian lainnya,” tandasnya.

Karsono menjelaskan, Kementerian Agama diibaratkan seperti kertas putih yang mudah sekali terlihat kotor ketika ada sedikit saja noda yang mengenainya. Maka ia berharap seluruh guru di jajarannya dapat memiliki dan mengembangkan perilaku yang terpuji di masyarakat.

“Masyarakat pada era sekarang ini begitu mudahnya mengakses informasi. Dan dengan segenggam handphone di tangan mereka bisa langsung mengunggah foto atau video perilaku guru yang tidak selaras dengan kebiasaan di masyarakat. Ini harus menjadi sebuah warning bagi panjenengan semua,” ungkapnya.

Maka menurutnya tidak ada cara lain kecuali guru harus menjaga martabatnya melalui perilakunya sehari-hari. Selain itu juga harus mau membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat terutama para orang tua/wali siswa.

WB Belum Terima Tunjangan

Pengawas Madrasah Kecamatan Kemangkon, Supriyono dalam keterangannya, Selasa (8/10) menjelaskan, di wilayah kerjanya terdapat lembaga pendidikan formal berupa RA/BA/TA sejumlah 23 buah dengan  jumlah siswa 678 orang. Sedangkan untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI) berjumlah 19 buah (kecamatan dengan jumlah MI terbanyak di Purbalingga) dengan total siswa 2.120 orang.

“Tenaga Guru Pendidikan Usia Dini (RA/BA/TA) ada 47 orang sedangkan untuk MI ada 160 orang. Namun dari jumlah tersebut yang sudah berstatus PNS/ASN di RA/BA/TA baru 6 orang dan MI ada 40 orang. Sehingga di kecamatan Kemangkon guru Wiyata Bakti masih mendominasi. Bahkan dari 23 guru non-sertifikasi yang ada terdapat 16 guru MI dan 7 guru RA/BA/TA yang belum menerima tunjangan baik tunjangan insentif maupun tunjangan APBD,” ungkapnya.

Ia berharap di waktu mendatang pemerintah bisa lebih memperhatikan nasib para guru-guru di daerahnya.  (sar/bd)


Dibaca sebanyak 57 kali

Web Profile Kemenag Jateng


Web Profile Kementrian Agama Provinsi Jawa Tengah merupakan web mandiri yang dibangun dalam rangka untuk memperkenalkan Kementerian Agama Provinsi Jateng terkait dengan tugas, fungsi dan layanan yang diberikan kepada masyarakat.

Adanya web profile ini diharapkan dapat memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Berita Terbaru


Upaya Mewujudkan Madrasah Ramah, MTsN Kota Tegal Gandeng DP2KBP3A Kantor Kementerian Agama Kota Tegal - 18 Oktober 2019


Mewadahi Aspirasi Guru PAI, DPD AGPAII Dilantik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga - 18 Oktober 2019

Informasi Penting


Surat Edaran Gerakan Roan Akbar Administrator - 06 Oktober 2019

Materi Workshop SDM Hukum 23082019 Administrator - 29 Agustus 2019


Kontak Info


Alamat Kantor Jl. Sisingamangaraja No.5 Semarang
Telp: 024-8412547 Fax: 024-8315418

Media Sosial