Opini

Halaman Opini

Jaga Kesehatan Mental Dengan Physical Distancing

Oleh Subbag Inmas 08 - 27 Maret 2020

 

Semarang (Inmas) - Istilah social distancing diganti dengan physical distancing. Mengapa ada penggantian istilah, mari kita pahami pengertian masing-masing istilah tersebut. Seperti yang telah kita pahami bersama dari berbagai media sosial baik dari instansi pemerintah maupun swasta, social distancing adalah tindakan untuk berdiam diri di rumah, menjauh dari keramaian, menghindari perkumpulan, hingga menjaga jarak kurang lebih 1,5 – 2 meter (6 kaki) dari orang lain dan menurut WHO, bukan berarti masyarakat harus "terputus" dari orang lain dan melupakan cara berkomunikasi. Untuk itulah frasa social distancing diubah menjadi physical distancing.

Pendekatan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bagi kita untuk tetap bersosialisasi, bagaimanapun kita diciptakan Tuhan sebagai makhluk sosial, namun demi menjaga kesehatan mental dan fisik, kita tidak dilarang bersosialisasi namun dengan cara tetap menjaga jarak fisik sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Sekarang sudah kita pahami bersama, physical distancing tidaklah melarang orang untuk bersosialisasi. Namun bukan berarti sosialisasi dan komunikasi harus dilakukan dari dekat. Beberapa hari yang lalu Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN)  melaui  siaran televisi mengatakan, dengan perkembangan jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 saat ini, physical distancing tidak hanya dilakukan di luar rumah, namun juga di dalam rumah. Ini perlu pembiasaan yang tidak mudah, semua anggota keluarga dalam komunikasi di rumah biasanya tidak dibatasi, mulai sekarang kita harus menanamkan pemahaman ini kepada seluruh anggota keluarga yang telah cukup umur untuk diberi pengertian. Butuh proses dan kedisiplinan masing-masing person untuk mengimplementasikan  “boleh dekat tapi tetap jaga jarak” untuk kebaikan bersama dan kesehatan bersama.

Selain itu dengan Media Sosial, Whatsapp, Hangout, Facebook, Twiter, Instagram dapat dijadikan media untuk bersosialisasi, komunikasi tanpa tatap muka dan bicara satu sama lain.

Kesimpulannya, jarak fisik harus tetap dijaga selama masa pandemi penyebaran Covid-19, tapi bukan jarak komunikasi di antara Anda dengan keluarga, kerabat, atau rekan kerja. Ingat juga, kesehatan mental tidak kalah penting dari kesehatan fisik. Inilah pesan yang ingin disampaikan, dengan mengganti kata-kata social distancing, menjadi physical distancing. (qq/qq)

 

 


Dibaca sebanyak 359 kali

Web Profile Kemenag Jateng


Web Profile Kementrian Agama Provinsi Jawa Tengah merupakan web mandiri yang dibangun dalam rangka untuk memperkenalkan Kementerian Agama Provinsi Jateng terkait dengan tugas, fungsi dan layanan yang diberikan kepada masyarakat.

Adanya web profile ini diharapkan dapat memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Berita Terbaru




Penutupan Pelatihan Publikasi Ilmiah di MTs Negeri 2 Temanggung Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung - 19 Oktober 2020

Kontak Info


Alamat Kantor Jl. Sisingamangaraja No.5 Semarang
Telp: 024-8412547 Fax: 024-8315418

Media Sosial