Salatiga (Humas) – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama Republik Indonesia, Supriyadi, menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Program Studi Pendidikan Keagamaan Buddha Sarjana Ke-XXVII dan Magister Ke-XIII yang diselenggarakan pada Jumat, 18 September 2026, di Grand Ballroom Hotel Wahid Prime Salatiga.
Dalam kesempatan tersebut, Supriyadi hadir bersama Pembimas Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Karbono. Kehadiran jajaran Bimas Buddha Kementerian Agama ini menjadi bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan tinggi keagamaan Buddha sekaligus momentum untuk memberikan apresiasi kepada para lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan akademiknya.
Sidang Senat Terbuka tersebut dihadiri oleh Bhikkhu Sangha, Ketua STABN Raden Wijaya, Ketua STAB Syailendra, Ketua DPP MBI, Ketua DPP WBI, Ketua Lembaga Dana Paramita, para pengurus majelis dan tokoh agama Buddha, serta orang tua dan keluarga wisudawan.
Sebanyak 50 wisudawan mengikuti prosesi wisuda pada kesempatan tersebut. Mereka terdiri atas 18 wisudawan program Sarjana dan 32 wisudawan program Pascasarjana/Magister. Momentum wisuda menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan para lulusan, sekaligus menandai bertambahnya sumber daya manusia terdidik di bidang pendidikan dan keagamaan Buddha. Para lulusan diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu mengimplementasikan pengetahuan dan nilai-nilai Dhamma dalam kehidupan bermasyarakat.
Kehadiran para pimpinan dan tokoh umat Buddha dalam kegiatan tersebut turut memperlihatkan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan keagamaan Buddha, organisasi keagamaan, majelis, tokoh agama, serta keluarga dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia umat Buddha.
Dirjen Bimas Buddha Supriyadi dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi kepada seluruh wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan. Wisuda diharapkan tidak menjadi akhir dari proses pembelajaran, tetapi wisudawan diminta mempersiapkan diri dengan baik agar menjadi bagian yang tidak tertinggal, tapi menjadi bagian yang turut berkontribusi bagi pembangunan, oleh karena itu jangan berbangga hati dengan IPK yang tinggi, karena IPK tidak menentukan kesuksesan.
”Kalau diantara kalian memiliki IPK rendah jangan merasa kurang, bangkitklah jadilah wisudawan yang kuat dan tidak takut dengan tantangan dunia kerja, karena itu harus menjadi komitmen kita untuk menjadi orang-orang yang siap untuk berkompetisi,”ujarnya.
Prosesi wisuda berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebahagiaan. Para wisudawan bersama keluarga serta sivitas akademika merayakan pencapaian akademik sekaligus memulai tahapan pengabdian baru sesuai bidang keilmuan dan kompetensi yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.









