081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Komisi VIII DPR RI Serap Aspirasi dan Salurkan Bantuan ke Pesantren API Tegalrejo

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Magelang (Humas) — Komisi VIII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren API Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis (24/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi para wakil rakyat untuk berdialog langsung dengan pengasuh pesantren sekaligus menyerap aspirasi terkait kebutuhan dan berbagai persoalan yang dihadapi pesantren.

Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang bersama sejumlah anggota Komisi VIII hadir didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Saiful Mujab, Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Jateng Moch. Fatkhuronji, serta Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Tengah Syamsudin Isnaini.

Rombongan berdialog bersama Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo KH Ahmad Izzuddin Abdurrahman. Dialog berlangsung dalam suasana terbuka dengan membahas kebutuhan pesantren, khususnya dukungan pemerintah agar keberadaan dan peran pesantren semakin kuat dalam pembangunan pendidikan dan kehidupan masyarakat.

Marwan Dasopang mengatakan, dialog langsung dengan pesantren penting dilakukan untuk mengetahui kebutuhan sekaligus persoalan yang dihadapi secara nyata di lapangan.

“Kami ingin mengetahui apa saja yang dibutuhkan pesantren, apa saja permasalahan yang bisa Komisi VIII bantu,” ujar Marwan.

Menurutnya, perhatian terhadap pesantren semakin penting setelah Kementerian Agama memiliki Direktorat Pesantren. Keberadaan direktorat tersebut diharapkan tidak hanya menjadi penguatan kelembagaan, tetapi juga memastikan amanat Undang-Undang Pesantren benar-benar memberikan manfaat bagi pesantren dan para santri.

“Kita ingin hasil dan manfaat Undang-Undang Pesantren bisa dirasakan oleh pesantren,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, KH Ahmad Izzuddin Abdurrahman menyampaikan gambaran mengenai besarnya jumlah santri yang saat ini menimba ilmu di API Tegalrejo. Ia menyebut, jumlah santri yang belajar di pesantren tersebut mencapai 13 ribu lebih dan seluruhnya tinggal di lingkungan pesantren.

Besarnya jumlah santri tersebut, menurutnya, membuat kebutuhan terhadap dukungan pendidikan juga semakin besar. Salah satu kebutuhan yang masih dirasakan adalah dukungan beasiswa bagi para santri.

“Beasiswanya masih kurang memenuhi bagi para santri. Jumlahnya masih sedikit,” ungkapnya.

KH Ahmad Izzuddin juga menyambut baik hadirnya Direktorat Pesantren di Kementerian Agama RI. Menurutnya, keberadaan direktorat tersebut menjadi salah satu bentuk pengakuan pemerintah terhadap eksistensi pesantren yang diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pesantren maupun santri.

Ia berharap penguatan perhatian pemerintah terhadap pesantren dapat terus diwujudkan melalui berbagai program yang menjawab kebutuhan pesantren di lapangan.

Pada kesempatan tersebut, Komisi VIII DPR RI juga menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta kepada Pondok Pesantren API Tegalrejo. Marwan menyampaikan, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian Komisi VIII DPR RI, meskipun nilainya masih terbatas jika dibandingkan dengan perjalanan panjang dan kontribusi pesantren dalam membangun peradaban masyarakat.

Selain bantuan dari Komisi VIII DPR RI, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Saiful Mujab turut menyerahkan cinderamata kepada Pondok Pesantren API Tegalrejo. Cinderamata tersebut menjadi simbol perhatian dan apresiasi Kanwil Kemenag Jawa Tengah terhadap keberadaan dan kontribusi API Tegalrejo dalam pendidikan keagamaan serta pembinaan santri.

Kunjungan Komisi VIII DPR RI tersebut diharapkan tidak berhenti pada dialog, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah, DPR, Kementerian Agama, dan pesantren. Aspirasi yang disampaikan secara langsung diharapkan dapat menjadi bahan dalam perumusan kebijakan yang semakin responsif terhadap kebutuhan pesantren dan para santri. (Hilman Najib)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print