Semarang (Humas) – Sejumlah pasangan pengantin peserta nikah massal program Bimas Islam bertajuk Mantu Santri Pak Yai Bu Nyai mengikuti kegiatan bimbingan pernikahan bertajuk “Ngaji Pernikahan: Membangun Keluarga Sakinah, Mawaddah, Rohmah wa Maslahah” di Hotel Grasia Semarang, Rabu (21/10/2026) sore. Kegiatan ini digelar setelah para pasangan resmi melaksanakan ijab kabul di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh RMI NU PWNU Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia dan Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah. Bimbingan ini menjadi bagian dari upaya memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman kepada para pengantin baru dalam membangun kehidupan rumah tangga.
Acara dibuka oleh Ketua Panitia yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darussa’adah, Bugel, Jepara, Gus Sabiq Wafiyuddin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pernikahan merupakan ibadah terpanjang dalam kehidupan sehingga membutuhkan ilmu, pemahaman, dan persiapan yang matang.
“Pernikahan adalah ibadah terpanjang, sehingga perlu di’ilmuni dan dikaji. Ngaji Pernikahan kali ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk memberikan ilmu dan pembekalan kepada para pengantin baru dalam mengarungi samudra kehidupan rumah tangga,” ungkapnya.
Ia berharap, melalui kegiatan tersebut, setiap pasangan dapat membangun keluarga yang tidak hanya harmonis, tetapi juga mampu menghadirkan ketenteraman, kasih sayang, rahmat, serta kemaslahatan bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Menurutnya, bekal ilmu pernikahan menjadi penting agar para pengantin mampu memahami hak dan kewajiban masing-masing, membangun komunikasi yang baik, serta menghadapi berbagai dinamika rumah tangga dengan sikap dewasa dan penuh tanggung jawab.
Kegiatan Ngaji Pernikahan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan pengasuh pesantren dan pengurus RMI NU. Di antaranya Ning Royyanach Ahal, Pengurus RMI Putri PWNU Jawa Tengah sekaligus pengasuh pondok pesantren di Kajen, Pati, Jawa Tengah, serta Gus Arif Jatmiko, Pengurus RMI PWNU Jawa Tengah sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al Usmaniyah, Mranggen.
Melalui materi yang disampaikan para narasumber, para pengantin diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya membangun rumah tangga berlandaskan nilai-nilai keislaman, saling menghormati, tanggung jawab, dan kasih sayang. Dengan demikian, kehidupan pernikahan dapat dijalani sebagai ibadah bersama untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, rahmah, dan maslahah.
Sebagai bentuk dukungan dan perhatian kepada para pasangan pengantin, panitia juga memberikan voucher menginap gratis selama satu malam kepada seluruh 62 pasangan peserta. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para pengantin setelah menjalani prosesi ijab kabul sekaligus mengikuti rangkaian kegiatan bimbingan pernikahan.
Melalui program Mantu Santri Pak Yai Bu Nyai dan kegiatan Ngaji Pernikahan, Kementerian Agama bersama RMI NU PWNU Jawa Tengah berupaya memperkuat pembinaan keluarga sejak awal pernikahan. Upaya ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menyiapkan keluarga muslim yang kokoh, harmonis, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa membangun rumah tangga tidak cukup hanya dengan ikatan akad, tetapi juga membutuhkan ilmu, komitmen, kesabaran, dan kesediaan untuk terus belajar bersama dalam menjalani kehidupan berkeluarga. (Hilman Najib)
