Kabupaten Tegal (Humas) – Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 mengangkat tema “Jayakan Negeri dengan Budi Pekerti Bersama Madrasah Diniyah yang Berprestasi”. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat karakter santri sekaligus mendorong lahirnya generasi yang berprestasi, berilmu, dan berakhlakul karimah.
Ketua Umum DPP Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), Lukman Hakim, menekankan pentingnya menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan dalam pelaksanaan PORSADIN. Ia meminta seluruh panitia memastikan setiap proses perlombaan berjalan secara jujur dan adil.
“Panitia harus mengawal PORSADIN ini agar bisa dilaksanakan sejujur-jujurnya dan seadil-adilnya. Karena kita dikenal sebagai lembaga pendidikan yang menjadi tempat terbaik dalam urusan akhlaqul karimah,” pesannya.
Menurutnya, nilai-nilai akhlak harus menjadi landasan dalam setiap aktivitas, termasuk dalam kompetisi olahraga dan seni. PORSADIN tidak semata-mata menjadi ajang untuk meraih kemenangan, tetapi juga sarana menanamkan sportivitas, kejujuran, dan sikap saling menghargai di kalangan santri.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman berpesan agar seluruh peserta mengikuti setiap perlombaan dengan sungguh-sungguh. Ia berharap PORSADIN mampu menjadi wadah bagi para santri untuk mengembangkan potensi sekaligus memperkuat karakter positif yang telah ditanamkan melalui pendidikan madrasah diniyah.
“Saya berharap melalui PORSADIN ini, seluruh peserta dapat semakin cerdas ilmunya, berakhlakul karimah, dan tetap menjadi santri yang berakhlakul karimah,” pesannya.
Pesan tersebut disampaikan dalam pembukaan PORSADIN VIII Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 yang berlangsung di Pendopo Amangkurat, Kabupaten Tegal, Jumat (10/10/2026). Kegiatan ini dihadiri sejumlah tamu undangan, di antaranya Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Hidayat Maskur dan Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Moch. Fatkhuronji.
Melalui penyelenggaraan PORSADIN VIII ini, diharapkan para santri madrasah diniyah tidak hanya mampu menunjukkan kemampuan terbaik dalam bidang olahraga dan seni, tetapi juga semakin menghayati nilai-nilai budi pekerti dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat berkompetisi yang dibangun melalui kegiatan ini diharapkan berjalan seiring dengan penguatan akhlak mulia, sehingga madrasah diniyah terus berkontribusi dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu memberikan sumbangsih bagi kemajuan bangsa. (Hilman Najib)









