Jam Layanan: 08:00 - 16:00 WIB | kanwiljateng@kemenag.go.id

Mimbar Agama Khonghucu: Junzi Merawat Bhinneka

Studio Audio Berita Kanwil
Dengarkan siaran warta berita resmi Kanwil Kemenag Jateng
Suara Studio Alami (Citra)
Bahasa:
Tempo:
Alat Aksesibilitas:
Mimbar Agama Khonghucu: Junzi Merawat Bhinneka

Indonesia adalah bangsa yang sangat kaya akan keberagaman. Kita memiliki berbagai suku, bahasa, adat istiadat, budaya, serta agama dan kepercayaan. Dari Sabang sampai Merauke, kita hidup dalam perbedaan, tetapi tetap menjadi satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia.
Keberagaman ini merupakan anugerah yang patut kita syukuri. Namun, keberagaman juga mengajak kita untuk terus belajar menghormati orang lain, menjaga perkataan, mengendalikan emosi, dan membangun kehidupan yang rukun.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin bertemu dengan orang yang berbeda agama, berbeda pandangan, berbeda kebiasaan, bahkan berbeda pilihan dalam kehidupan. Pertanyaannya, bagaimana kita menyikapi perbedaan tersebut?
Apakah kita harus menjauhi orang yang berbeda dengan kita? Apakah kita harus merasa bahwa diri kita paling benar, lalu menganggap orang lain lebih rendah? Tentu tidak demikian.
Bersama penyuluh agama Khonghucu Banyumas Trisno Rahayu, S. AB, Mimbar Agama Khonghucu kali ini, kita akan merenungkan sebuah tema yang sangat penting, yaitu “Menjadi Junzi di Tengah Kebhinekaan Indonesia.”
Mari kita memahami bagaimana ajaran Khonghucu membimbing kita untuk menjadi manusia berbudi luhur, yang mampu menjaga kebajikan, menghormati perbedaan, serta berkontribusi bagi kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.

Bagikan Berita Ini ke Media Sosial
Tautan artikel berhasil disalin!