Jam Layanan: 08:00 - 16:00 WIB | kanwiljateng@kemenag.go.id

Sekolah Rakyat Jadi Strategi Putus Mata Rantai Kemiskinan

Studio Audio Berita Kanwil
Dengarkan siaran warta berita resmi Kanwil Kemenag Jateng
Suara Studio Alami (Citra)
Bahasa:
Tempo:
Alat Aksesibilitas:
Sekolah Rakyat Jadi Strategi Putus Mata Rantai Kemiskinan

 

Semarang (Humas) — Anggota Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, mengunjungi Sekolah Rakyat Tembalang, Kota Semarang, Sabtu (10/10/2026), untuk melihat secara langsung pelaksanaan program pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Turut mendampingi kunjungan tersebut, Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementerian Agama RI, M. Munir, serta Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Aini Sa’adah.

Abdul Wachid menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah yang bertujuan memperluas akses pendidikan sekaligus memutus mata rantai kemiskinan. Melalui program ini, anak-anak dari keluarga kurang mampu diharapkan memperoleh kesempatan belajar dengan dukungan fasilitas dan layanan pendidikan yang memadai.

“Sekolah Rakyat ini menjadi salah satu upaya untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan, agar anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Abdul Wachid.

 

Berdasarkan peninjauannya, ia melihat fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat telah mendukung kebutuhan pendidikan para siswa. Meski demikian, sebagai program yang relatif baru, sejumlah aspek masih memerlukan penyempurnaan agar pelaksanaannya semakin optimal.

Ia juga menekankan pentingnya pengembangan Sekolah Rakyat yang terintegrasi dengan berbagai kebutuhan peserta didik, termasuk pendidikan lanjutan dan kesiapan memasuki dunia kerja.

Salah satu aspirasi yang menjadi perhatian adalah pengembangan Sekolah Rakyat tidak hanya pada jenjang SMA, tetapi juga SMK. Usulan tersebut, menurut Abdul Wachid, akan dibawa ke pembahasan Komisi VIII DPR RI agar lulusan Sekolah Rakyat memiliki pilihan untuk langsung bekerja maupun mengembangkan usaha dan menciptakan lapangan kerja.

Selain pendidikan vokasi, ia mengapresiasi pembelajaran bahasa asing yang telah diperkenalkan kepada siswa, seperti bahasa Jepang dan bahasa Arab. Ke depan, pengembangan kemampuan bahasa asing lainnya juga dapat dipertimbangkan untuk memperluas kompetensi dan peluang siswa.

Abdul Wachid berharap penyelenggaraan Sekolah Rakyat terus dikembangkan dengan kesabaran, pendampingan, serta pemeliharaan fasilitas yang baik. Ia juga menyatakan akan kembali berkunjung untuk melihat perkembangan program tersebut.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya melihat langsung pelaksanaan program pendidikan sekaligus menyerap aspirasi untuk pengembangan Sekolah Rakyat agar semakin mampu memberikan akses pendidikan yang berkualitas dan membuka peluang masa depan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Bagikan Berita Ini ke Media Sosial
Tautan artikel berhasil disalin!