081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Sippa Dhamma Samajja Banjarnegara: Semai Prestasi, Tumbuhkan Moderasi Beragama Sejak Dini

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Banjarnegara (Humas) – Semangat moderasi beragama terus ditanamkan sejak dini di Kabupaten Banjarnegara. Hal tersebut diwujudkan melalui Festival Moderasi Beragama yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Banjarnegara bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara dengan menggelar berbagai ajang kompetisi keagamaan bagi pelajar lintas agama.

 

Kegiatan yang dibuka secara serentak di SMP Negeri 2 Wanadadi pada Rabu (23/9/2026) tersebut diikuti lebih dari 450 peserta dari jenjang SD. Festival ini menghadirkan tiga ajang lomba keagamaan, yakni Mata Pelajaran Agama Islam (MAPSI), Mata Pelajaran Agama Kristen (MAPAK), dan Sippa Dhamma Samajja (SDS) bagi peserta didik beragama Buddha.

 

Festival Moderasi Beragama tersebut menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Kabupaten Banjarnegara dalam menanamkan nilai-nilai toleransi, kesetaraan, dan persaudaraan antarpemeluk agama sejak usia sekolah. Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara bersama, para peserta tidak hanya diarahkan untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi di bidang keagamaan, tetapi juga mendapatkan ruang untuk saling mengenal, menghargai perbedaan, serta membangun kebersamaan dalam keberagaman.

 

Integrasi MAPSI, MAPAK, dan SDS dalam satu rangkaian Festival Moderasi Beragama menunjukkan bahwa keberagaman agama dapat menjadi kekuatan dalam membangun karakter generasi muda. Para siswa diberikan kesempatan untuk menampilkan kemampuan, kreativitas, seni, serta pemahaman keagamaan masing-masing dalam suasana yang menjunjung sportivitas dan penghormatan terhadap perbedaan.

 

Delapan Cabang Lomba SDS

 

Khusus bagi peserta didik beragama Buddha, pelaksanaan Sippa Dhamma Samajja (SDS) dipusatkan di SD Negeri 2 Wanakarsa. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 75 peserta dari berbagai jenjang pendidikan SD/SMP/SMA di Kabupaten Banjarnegara.

 

SDS menghadirkan delapan cabang perlombaan yang dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, kreativitas, keterampilan, serta ekspresi keagamaan peserta didik Buddha. Delapan cabang tersebut meliputi Lomba Cerdas Cermat, Solo Vocal Putra, Solo Vocal Putri, Dhammapada, Cerita Buddhis, Pidato Buddhis, Dhammadesana, dan Cerita Bergambar.

 

Beragam cabang lomba tersebut memberikan ruang kepada para siswa untuk mengembangkan potensi sesuai dengan bakat dan minat masing-masing. Selain kemampuan akademik dan pemahaman Dhamma, peserta juga didorong untuk berani tampil, berkomunikasi, berkreativitas, serta mengimplementasikan nilai-nilai Buddhis dalam kehidupan sehari-hari.

 

Pelaksanaan SDS dalam rangka Festival Moderasi Beragama juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan keagamaan Buddha yang berorientasi pada pembentukan karakter. Nilai-nilai seperti cinta kasih, kebijaksanaan, kesabaran, saling menghormati, dan hidup berdampingan secara harmonis menjadi bagian penting yang dibangun melalui kegiatan tersebut.

 

Juara SDS Banjarnegara Menuju Tingkat Provinsi

 

Para peserta terbaik dalam pelaksanaan SDS tingkat Kabupaten Banjarnegara nantinya akan menjadi wakil Kabupaten Banjarnegara dalam ajang Sippa Dhamma Samajja tingkat Provinsi Jawa Tengah yang akan diselenggarakan di Kota Salatiga pada 14 November 2026.

 

Dengan demikian, pelaksanaan SDS tidak hanya menjadi ruang kompetisi di tingkat kabupaten, tetapi juga menjadi tahap pembinaan dan penjaringan peserta didik berprestasi untuk mengikuti kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.

 

Festival Moderasi Beragama di Kabupaten Banjarnegara diharapkan dapat terus menjadi ruang perjumpaan bagi generasi muda lintas agama. Kompetisi yang berlangsung dalam satu rangkaian kegiatan menjadi momentum untuk membangun pengalaman bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bekerja sama dan berprestasi.

 

Melalui semangat Bhinneka Tunggal Ika, para pelajar Banjarnegara diharapkan tumbuh sebagai generasi yang memiliki keyakinan agama yang kuat, berkarakter, berprestasi, sekaligus mampu menghargai keberagaman dan menjaga kerukunan di tengah kehidupan masyarakat.

 

Festival tersebut pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi tentang bagaimana setiap peserta belajar menjadi bagian dari generasi yang mampu merawat toleransi, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan kehidupan yang harmonis dalam keberagaman.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print