Kakanwil Kemenag Jateng Lantik 61 Pejabat Baru, Dorong Perubahan Pola Pikir dan Profesionalisme Kerja
Team Humas Jateng
Semarang (Humas) – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Saiful Mujab melantik dan mengambil sumpah jabatan kepada 61 pejabat baru di lingkungan Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Jumat (2/10/2026), di Auditorium Kanwil Kemenag Jawa Tengah.
Pelantikan tersebut mencakup Kepala Madrasah, Kepala Urusan Tata Usaha, serta pejabat fungsional yang mendapatkan penugasan atau jabatan baru. Prosesi pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan berlangsung khidmat dan diikuti para pejabat yang dilantik beserta jajaran terkait.
Dalam sambutannya, Kakanwil Saiful Mujab berpesan agar pejabat yang baru dilantik menjadikan momentum tersebut sebagai awal untuk membangun semangat dan budaya kerja yang lebih baik.
“Ketika kita berada di tempat kerja dan jabatan yang baru, maka pola pikirnya juga harus diubah semuanya menjadi lebih baik. Cepat beradaptasi dan budaya kerjanya juga diubah menjadi lebih baik,” pesannya.
Menurutnya, perubahan posisi dan jabatan harus diikuti dengan perubahan cara kerja. Pejabat dituntut mampu membaca kebutuhan organisasi, beradaptasi dengan lingkungan kerja, sekaligus membangun kinerja yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Madrasah Didorong Unggul dan Mendunia
Khusus kepada para Kepala Madrasah yang dilantik, Saiful meminta agar madrasah terus didorong menjadi lembaga pendidikan yang unggul dan mampu bersaing hingga tingkat dunia.
“Jadikan madrasah kita unggul dan mendunia,” tegasnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, ia meminta kepala madrasah memberikan perhatian serius terhadap berbagai aspek pengelolaan madrasah, mulai dari manajemen, akademik, hingga sarana dan prasarana.
“Jaga betul madrasah secara manajerial, akademik dan sarprasnya. Buat madrasah itu rapi dan nyaman,” ujarnya.
Menurut Saiful, lingkungan madrasah yang tertata, nyaman dan dikelola secara profesional akan mendukung terciptanya proses pembelajaran yang berkualitas. Karena itu, kepala madrasah tidak hanya dituntut mampu mengelola administrasi, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang mampu mendorong peserta didik berkembang secara optimal. (Hilman Najib)